0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Apple Berita China Featured Huawei Smartphone Spesial

    Huawei Comeback! Rebut Tahta Raja Smartphone China 2025, Geser Apple di Kandang Sendiri - GadgetDIVA

    8 min read

     

    Huawei Comeback! Rebut Tahta Raja Smartphone China 2025, Geser Apple di Kandang Sendiri

    GadgetDIVA - Huawei akhirnya kembali ke puncak. Setelah lima tahun tertekan akibat sanksi Amerika Serikat, raksasa teknologi asal China ini sukses merebut kembali posisi teratas pasar smartphone di negaranya sendiri pada 2025. Capaian tersebut sekaligus menandai kebangkitan besar Huawei di industri ponsel pintar global.

    Berdasarkan laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC), Huawei berhasil menjadi vendor smartphone nomor satu di China sepanjang 2025. Perusahaan ini mencatat total pengiriman hingga 46,7 juta unit dengan pangsa pasar mencapai 16,4 persen.

    Dengan angka tersebut, Huawei pun resmi menyandang status sebagai “raja di kandang sendiri”, mengungguli Apple yang berada tepat di bawahnya dengan pangsa pasar 16,2 persen atau sekitar 46,2 juta unit.

    Selisihnya memang sangat tipis, hanya sekitar 0,2 poin. Namun, dalam persaingan seketat pasar smartphone China, angka tersebut menjadi simbol penting kebangkitan Huawei.

    Apple Masih Kuat, Tapi Huawei Menang Secara Tahunan

    Menariknya, Apple sebenarnya masih menunjukkan dominasinya pada kuartal terakhir 2025. Pada kuartal IV-2025, Apple memimpin pasar dengan pangsa sekitar 21 persen, didorong oleh permintaan tinggi terhadap iPhone 17.

    Namun demikian, jika dilihat secara keseluruhan sepanjang tahun, posisi puncak kembali menjadi milik Huawei. Dengan kata lain, Apple memang menang di momen akhir tahun, tetapi Huawei unggul secara konsisten selama 12 bulan penuh.

    Sementara itu, di bawah Apple terdapat Vivo di peringkat ketiga dengan pangsa sekitar 16,2 persen, disusul Xiaomi di posisi keempat dengan 15,4 persen, serta Oppo di peringkat kelima dengan 15,2 persen.

    Adapun lima besar pasar smartphone China sepanjang 2025 adalah sebagai berikut:

    VendorPengiriman 2025Pangsa Pasar
    Huawei46,7 juta unit16,4%
    Apple46,2 juta unit16,2%
    Vivo46,1 juta unit16,2%
    Xiaomi43,8 juta unit15,4%
    Oppo43,4 juta unit15,2%
    Lainnya58,4 juta unit20,5%
    Total284,6 juta unit100%

    Strategi Jangka Panjang Jadi Kunci Kebangkitan

    Kebangkitan Huawei tentu tidak terjadi begitu saja. Menurut IDC, ada beberapa strategi jangka panjang yang menjadi faktor utama kesuksesan perusahaan ini dalam merebut kembali tahta pasar.

    Pertama, Huawei semakin agresif menghadirkan dukungan jaringan 5G di berbagai lini produknya. Hal ini membuat perangkat Huawei kembali relevan di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas cepat di China.

    Kedua, penggunaan chip Kirin buatan sendiri menjadi langkah strategis yang sangat krusial. Setelah sempat kesulitan mendapatkan pasokan chipset akibat sanksi AS, Huawei kini mampu membuktikan bahwa mereka bisa mandiri dalam urusan teknologi inti.

    Ketiga, Huawei memperkuat lini ponsel premiumnya seperti Mate Series dan Pura Series. Kedua seri ini menyasar segmen kelas atas yang selama ini menjadi “ladang” Apple.

    Menurut IDC, kekuatan merek premium menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang, terutama di tengah naiknya biaya produksi global.

    Huawei dan Apple sama-sama menunjukkan bahwa kekuatan merek premium menjadi kunci keberhasilan jangka panjang, terutama saat biaya produksi terus meningkat, tulis IDC dalam laporannya.

    Persaingan Ketat, Pasar Justru Melambat

    Di tengah ketatnya persaingan para raksasa teknologi, kondisi pasar smartphone China secara keseluruhan justru belum sepenuhnya pulih. Sepanjang 2025, total pengiriman ponsel pintar di China tercatat sekitar 285 juta unit, turun 0,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kenaikan harga komponen, terutama chip memori dan biaya produksi yang semakin mahal. Akibatnya, banyak produsen terpaksa menaikkan harga jual atau menunda peluncuran produk baru.

    Di sisi lain, daya beli konsumen juga masih tertahan. Banyak pengguna memilih menunda upgrade smartphone karena harga yang semakin tinggi dan inovasi yang dinilai belum terlalu signifikan.

    2026 Diprediksi Lebih Berat

    Meski Huawei berhasil mencetak kemenangan besar pada 2025, para analis memperingatkan bahwa persaingan ke depan tidak akan semakin mudah. Justru sebaliknya, tahun 2026 diprediksi akan menjadi periode yang lebih menantang.

    Tekanan biaya, perang harga, serta perlambatan ekonomi global berpotensi membuat pasar semakin brutal. Selain itu, Apple, Xiaomi, Vivo, dan Oppo tentu tidak akan tinggal diam melihat Huawei kembali menguasai pasar.

    Namun demikian, satu hal sudah jelas: Huawei telah membuktikan bahwa mereka belum habis. Dari perusahaan yang sempat terpuruk akibat sanksi geopolitik, kini Huawei kembali berdiri di puncak sebagai penguasa pasar smartphone China.

    Comeback Huawei pun menjadi salah satu kisah kebangkitan paling dramatis dalam sejarah industri teknologi modern.

    Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.


    Komentar
    Additional JS