Harga HP Vivo dan Xiaomi di Indonesia Makin Mahal Sekarang, Kenapa? - Kompas
Ringkasan berita:
- Xiaomi menaikkan harga hampir di semua lini ponsel, dari flagship Xiaomi 15T hingga entry-level Redmi dan Poco, dengan kenaikan Rp 100.000–Rp 500.000 per Januari 2026. Model premium dan murah sama-sama terdampak.
- Vivo hanya menaikkan harga seri Y, terutama Vivo Y21d dan Y04s. Vivo Y21d naik paling tinggi hingga sekitar Rp 800.000, sementara V series dan X series tidak ikut naik.
- Penyebab kenaikan berbeda: Vivo menyebut harga RAM global naik karena pasokan terbatas untuk industri AI, sedangkan Xiaomi menyebut faktor kurs, pajak, logistik, regulasi, dan dinamika pasar.
KOMPAS.com - Memasuki tahun 2026, dua vendor smartphone asal China, Vivo dan Xiaomi menaikkan harga ponsel mereka di Indonesia.
Untuk Xiaomi, kenaikan harga tampaknya merata ke sejumlah lini, mulai dari flagship hingga entry-level. Bahkan, penyesuaian harga juga berlaku untuk sub-brand Xiaomi, yakni Redmi dan Poco.
Pantauan KompasTekno di situs web resmi Mi.co.id pada Rabu (14/1/2026), kenaikan harga bervariasi, mulai dari 100.000 hingga tertinggi Rp 500.000. Xiaomi 15T Series mengalami kenaikan harga paling tinggi dengan selisih Rp 500.000 dari harga peluncuran.
Xiaomi 15T varian 12/256 GB, misalnya, kini dijual dengan harga Rp 7,5 juta, naik dari harga peluncuran Rp 7 juta. Kemudian ada Xiaomi 15T Pro yang kini dijual di harga Rp 10,5 juta, naik dari harga Rp 10 juta.
Untuk seri Redmi ada Redmi 15C 6/128 GB yang harganya kini Rp 1,75 juta, naik Rp 150.000 dari harga awal Rp 1,6 juta.
Baca juga: Xiaomi Buka Suara soal Harga HP di Indonesia yang Naik hingga Rp 500.000
Ada juga Redmi A5 4/128 GB yang kini dibanderol Rp 1,4 juta, naik Rp 200.000 dari harga peluncuran Rp 1,2 juta.
Untuk seri Poco, ada Poco C85 6/128 GB yang harganya kini Rp 1,65 juta, naik Rp 100.000 dari Rp 1,55 juta. Lalu ada Poco C71 yang sekarang dijual dengan harga Rp 1,4 juta. naik Rp 300.000 dari Rp 1,1 juta.
Selengkapnya, berikut daftar HP Xiaomi yang mengalami kenaikan harga per Januari 2026:
- Xiaomi 15T 12/256 GB – Rp 7.499.000 (naik dari Rp 6.999.000)
- Xiaomi 15T 12/512 GB – Rp 7.999.000 (naik dari Rp 7.499.000)
- Xiaomi 15T Pro 12/512 GB – Rp 10.499.000 (naik dari Rp 9.999.000)
- Redmi 15C 6/128 GB – Rp 1.749.000 (naik dari Rp 1.599.000)
- Redmi 15C 8/256 GB – Rp 1.949.000 (naik dari Rp 1.799.000)
- Redmi A5 4/128 GB – Rp 1.399.000 (naik dari Rp 1.199.000)
- Poco C85 6/128 GB – Rp 1.649.000 (naik dari Rp 1.549.000)
- Poco C85 8/256 GB – Rp 1.849.000 (naik dari Rp 1.749.000)
- Poco C71 4/128 GB – Rp 1.399.000 (naik dari Rp 1.099.000)
Baca juga: Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco di Indonesia Naik, Ini Daftarnya
Harga HP Vivo Y Series naik
Berbeda dengan Xiaomi yang kenaikanya tampak merata, Vivo cenderung lebih selektif. Hanya model Y series yang tampaknya mengalami kenaikan harga.
Pantauan KompasTekno dari situs resmi Vivo Indonesia serta marketplace rekanan resmi vendor ponsel tersebut, salah satu yang mengalami kenaikan adalah Vivo Y21d.
Ponsel ini dirilis di Indonesia pada awal November 2026 lalu dengan empat opsi konfigurasi RAM dan penyimpanan, meliputi 4/128 GB, 6/128 GB, 6/256 GB dan 8/128 GB.
Baca juga: Harga HP Vivo Naik di Indonesia, Melonjak hingga Rp 800.000
Saat dirilis, Vivo Y21d varian paling dasar dibanderol Rp 2,1 juta. Namun kini ponsel tersebut dijual seharga Rp 2,6 juta, naik sekitar Rp 500.000.
Varian RAM yang paling tinggi yaitu 8/128 GB juga naik dari sebelumnya Rp 2,6 juta menjadi sekitar Rp 3,4 juta. Harganya naik sekitar Rp 800.000 dari harga rilis perdana.
Rincian perbandingan harga saat ini dibanding harga debutnya bisa dilihat pada tabel berikut, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs resmi Vivo Indonesia dan marketplace rekanan resmi Vivo di Tanah Air, Rabu (14/1/2026):
- Vivo Y21d 4/128 GB: Rp 2.599.000 (naik dari Rp 2,1 juta)
- Vivo Y21d 6/128 GB: Rp 2.849.000 (naik dari Rp 2,4 juta)
- Vivo Y21d 6/256 GB: Rp 3.399.000 (naik dari Rp 2,6 juta)
- Vivo Y21d 8/128 GB: Rp 3.399.000 (naik dari Rp 2,6 juta)
Baca juga: Harga HP Vivo Y Series di Indonesia Makin Mahal, Ini Sebabnya
Bukan Vivo Y21d saja, Vivo Y04s yang debut pada Juli 2025 lalu juga mengalami kenaikan harga. Ponsel ini awalnya dirilis dalam satu opsi RAM yaitu 4/64 GB seharga Rp 1,4 juta. Namun kini harganya menjadi Rp 1.549.000, naik sekitar Rp 150.000.
Seiring waktu, Vivo tampaknya menghadirkan opsi penyimpanan lebih tinggi yaitu 4/128 GB yang kini dibanderol Rp 1,8 juta. Sementara itu, model Vivo V series dan X series terpantau tidak mengalami kenaikan.
Alasan kenaikan harga

Vivo mengatakan, kebijakan kenaikan harga ponselnya dipengaruhi berbagai faktor.
Salah satunya melonjaknya harga memori RAM global saat ini.
"Secara umum, penyesuaian harga yang dilakukan Vivo adalah hasil dari pertimbangan menyeluruh terhadap berbagai faktor yang memengaruhi keberlanjutan produk dan layanan, termasuk pengelolaan biaya komponen, yang salah satunya adalah RAM," kata PR Manager Vivo Indonesia, Alexa Tiara kepada KompasTekno.
Seperti diketahui, harga mamori global saat ini mengalami kenaikan karena pasokannya cukup terbatas. Kelangkaan pasokan terjadi karena banyak perusahaan AI mengembangkan kemampuan teknologinya secara masif.
Baca juga: Harga HP Vivo Naik di Indonesia, Melonjak hingga Rp 800.000
Berbeda dengan Vivo, Xiaomi tidak secara gamblang mengatakan bahwa tingginya harga RAM menjadi alasan naiknya harga ponsel mereka.
Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, menjelaskan ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya.
"Beberapa faktor ini termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang, ketentuan pajak dan regulasi, biaya logistik dan distribusi, serta kondisi operasional di setiap pasar," ujar Wentao lewat pesan singkat yang diterima KompasTekno, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco di Indonesia Naik, Ini Daftarnya
Wentao melanjutkan, kenaikan harga ini terbilang cukup wajar, seiring dinamika pasar global yang terus berubah.
Sebab, Xiaomi secara berkala melakukan peninjauan harga agar tetap mencerminkan kondisi riil sekaligus mendukung investasi berkelanjutan pada kualitas produk dan inovasi.
Meski demikian, Wentao menegaskan bahwa Xiaomi tetap berpegang pada prinsip menghadirkan produk dengan harga yang jujur dan nilai terbaik bagi konsumen.
“Setiap penyesuaian harga dilakukan dengan pertimbangan matang terhadap dinamika pasar lokal, ekspektasi konsumen, serta peta persaingan, agar produk kami tetap menawarkan keseimbangan optimal antara performa, kualitas, dan keterjangkauan,” imbuh Wentao.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang