0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Berita Featured Gadget Smartphone Spesial

    Harga Smartphone Diprediksi Melonjak 5-15 Persen pada 2026, Konsumen Cenderung Tunda Pembelian - Mureks

    4 min read

     

    Harga Smartphone Diprediksi Melonjak 5-15 Persen pada 2026, Konsumen Cenderung Tunda Pembelian


    Konsumen Tunda Beli: Dampak Kenaikan Harga Smartphone 2026

    Harga perangkat telepon pintar atau smartphone di Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan antara 5 hingga 15 persen pada tahun 2026. Kenaikan ini diperkirakan akan menyasar segmen menengah dan flagship, memicu respons hati-hati dari konsumen yang cenderung menunda pembelian atau beralih ke pilihan yang lebih ekonomis.

    Dampak Krisis Chip Global dan Pelemahan Rupiah

    Dampak Krisis Chip Global dan Pelemahan Rupiah

    Lonjakan harga ini merupakan kombinasi kompleks dari faktor global dan dinamika domestik. Secara global, kelangkaan pasokan  menjadi pemicu utama. Kapasitas produksi chipset dunia kini sebagian besar dialihkan untuk memenuhi kebutuhan industri Kecerdasan Buatan (AI), pusat data, dan komputasi berkinerja tinggi.

    Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

    Situasi ini telah diperingatkan oleh para pemimpin industri. Presiden Xiaomi, , pada November 2025 lalu, telah menyampaikan potensi kenaikan harga. “Peningkatan harga chip memori terjadi seiring dengan melonjaknya permintaan dari sektor AI,” ujar Lu Weibing.

    Ia menambahkan, “Tekanan biaya pada industri smartphone diperkirakan jauh lebih besar pada 2026. Dia memprediksi konsumen akan melihat kenaikan harga ritel yang cukup signifikan.”

    Selain krisis chip global, tekanan harga di dalam negeri juga membesar akibat pelemahan nilai tukar Rupiah. Meningkatnya biaya logistik juga turut menambah beban operasional bagi produsen dan importir perangkat. Industri smartphone di Indonesia memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor komponen, yang secara langsung memperbesar tekanan harga jual ke tangan konsumen akhir.

    Respons Konsumen dan Pasar

    Respons Konsumen dan Pasar

    Indonesian Digital Empowering Community (Idiec) memprediksi lonjakan harga perangkat pintar pada tahun 2026 ini akan memicu reaksi hati-hati dari masyarakat. Konsumen akan menunda pembelian unit baru sebagai respons langsung terhadap tekanan biaya.

    Tesar Sandikapura, Ketua Umum Idiec, menjelaskan bahwa meski kebutuhan dasar terhadap komunikasi tetap ada, tingginya harga membuat volume penjualan unit berpotensi tertekan. “Idiec memperkirakan konsumen cenderung menunda pembelian signifikan,” kata Tesar.

    Oleh sebab itu, konsumen berpotensi besar beralih ke merek lain, memilih model lama, atau bahkan turun ke segmen harga yang lebih rendah. Tesar menilai pasar smartphone Indonesia tetap resilien, namun akan semakin sensitif terhadap harga, khususnya pada segmen menengah ke bawah, catatan Mureks menunjukkan.


    Komentar
    Additional JS