0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Berita Featured Gadget Smartphone Spesial

    Ini Alasan Smartphone 2026 Tak Lagi Menggunakan Sensor Kamera 1 Inci - Liputan6

    5 min read

     

    Ini Alasan Smartphone 2026 Tak Lagi Menggunakan Sensor Kamera 1 Inci

    Sensor kamera 1 inci sempat digadang-gadang sebagai masa depan fotografi smartphone. Memasuki 2026, teknologi ini justru kian jarang digunakan. Ini alasannya...

    oleh Arief Ferdian MaulanaDiterbitkan 10 Januari 2026, 18:07 WIB
    Share

    Cek hasil jepretan Vivo X100 Pro yang digadang-gadang akan diperkenalkan untuk pasar Indonesia. (Liputan6.com/Agustinus M. Damar)

    Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan kamera smartphone modern terus melaju pesat. Berbagai teknologi baru bermunculan dan membuat kualitas foto ponsel semakin mendekati kamera profesional. Mulai dari kamera periskop untuk zoom jarak jauh, sensor beresolusi sangat tinggi, hingga pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan.

    Di tengah deretan inovasi tersebut, sensor kamera berukuran 1 inci sempat dianggap sebagai terobosan besar yang akan mengubah standar fotografi ponsel. Namun memasuki 2026, teknologi ini justru semakin jarang ditemukan di ponsel pintar kelas atas.

    Sempat Diprediksi Jadi Standar Baru Kamera Ponsel

    Dilansir Android Authority, Sabtu (10/1/2026), sensor kamera 1 inci beresolusi 50MP pertama kali mencuri perhatian publik saat Xiaomi 12S Ultra hadir pada 2022. Saat itu, banyak pihak menilai teknologi ini sebagai langkah paling signifikan dalam evolusi kamera smartphone.

    Sejumlah produsen Android seperti Vivo, Oppo, Huawei, hingga Xiaomi menghadirkan sensor besar di lini flagship mereka. Namun, memasuki 2026, tren tersebut tak bertahan lama.

    Vivo, contohnya hanya menggunakannya hingga X100 Pro, sementara Xiaomi menyematkannya terakhir kali di Xiaomi 13 Pro. Model-model terbaru di kelas Pro tidak lagi membawa sensor 1 inci, termasuk Xiaomi 17 Pro Max.

    Meski saat ini sensor 1 inci belum sepenuhnya menghilang. Huawei masih mempertahankannya di seri Pro dan Ultra, sementara Oppo dan Xiaomi hanya menyematkannya di varian Ultra. Artinya, teknologi ini masih tersedia, meski semakin eksklusif dan terbatas.

    Keunggulan Sensor 1 Inci yang Sulit Dibantah

    Secara teknis, sensor kamera berukuran besar menawarkan sejumlah kelebihan. Salah satunya adalah kemampuan menghasilkan efek blur latar atau bokeh secara alami tanpa bergantung pada pemrosesan perangkat lunak.

    Sensor 1 inci juga mampu menangkap cahaya lebih banyak, sehingga foto terlihat lebih terang, minim noise, dan memiliki dynamic range yang lebih luas. Keunggulan ini sangat terasa saat memotret dalam kondisi minim cahaya atau malam hari.

    Beberapa ponsel flagship seperti Xiaomi 14 Ultra dan vivo X100 Pro membuktikan kemampuan, terutama dalam kondisi minim cahaya. Bahkan, vivo juga dibekali mode astrofotografi genggam berkat performa sensor besarnya.

    Desain dan Biaya Jadi Penghambat Utama

    Meski unggul secara kualitas, sensor kamera 1 inci menghadapi kendala serius dari sisi desain. Ukurannya yang besar membutuhkan ruang ekstra, sehingga memaksa produsen membuat modul kamera yang menonjol dan tebal.

    Desain tersebut dinilai mengurangi kenyamanan pengguna, baik saat digenggam maupun ketika ponsel diletakkan di permukaan datar. Selain itu, tren ponsel ultra-tipis yang kembali diperkuat sejak 2025 membuat sensor besar semakin sulit diterapkan.

    Masalah teknis lain muncul dari kebutuhan jarak ideal antara sensor dan lensa. Untuk mengatasinya, beberapa produsen bahkan menghadirkan mekanisme lensa bergerak dan aperture variabel. Namun solusi ini berdampak pada meningkatnya kompleksitas dan biaya produksi.

    Dari sisi bisnis, sensor 1 inci juga dianggap kurang efisien. Biaya produksi yang tinggi berpotensi menekan laba, sehingga produsen besar seperti Apple dan Samsung memilih bertahan dengan sensor yang lebih kecil namun lebih ekonomis.

    Modul zoom yang semakin canggih membutuhkan ruang besar, sehingga produsen memilih mengecilkan sensor utama demi performa zoom yang lebih baik karena itu kamera telefoto kini semakin penting.

    Sensor Lebih Kecil Kini Semakin Canggih

    Kemajuan teknologi juga membuat sensor yang lebih kecil mampu menyaingi performa sensor 1 inci. Sebagai contoh, Vivo kini mengandalkan sensor LYT-818 berukuran 1/1,28 inci yang diklaim mampu menghasilkan kualitas video lebih unggul, sekaligus performa foto yang sama dengan sensor 1 inci pada generasi pertama.

    Selain itu, sensor generasi terbaru seperti LYT-828 yang dibawa pada Vivo X300 Pro dan Oppo Find X9 Pro hadir dengan dukungan teknologi HDR tingkat lanjut, serta ultra-high conversion gain, kemampuan yang kini belum tersedia pada sensor kamera 1 inci.

    Sensor 1 Inci Belum Sepenuhnya Punah

    Meski tak lagi populer, sensor kamera 1 inci belum sepenuhnya ditinggalkan. Beberapa produsen asal China masih mengembangkannya, termasuk Xiaomi yang menyematkan sensor 1 inci terbaru pada salah satu model Ultra terbarunya.

    Selain Sony, kini muncul pemasok sensor lain yang ikut mengembangkan sensor 1 inci, membuka peluang persaingan harga dan inovasi. Bahkan, Sony sendiri memprediksi penggunaan sensor besar di ponsel premium akan terus meningkat hingga 2028.

    Namun, arah pengembangan kamera ponsel tampaknya mulai bergeser. Sony baru-baru ini memperkenalkan sensor 200MP LYT-901 berukuran 1/1,12 inci—lebih besar dari sensor 200MP saat ini, tetapi lebih kecil dari sensor 1 inci. Sensor ini disebut-sebut akan digunakan Oppo dan vivo di ponsel Ultra mendatang.

    Dengan demikian, Xiaomi 17 Ultra kemungkinan menjadi pengecualian, bukan tren utama. Kamera smartphone 2026 tetap akan mengesankan, tetapi impian sensor 1 inci di semua flagship tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat.

    Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)
    Infografis Akhir Riwayat Ponsel Black Market di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)
    Share
    Komentar
    Additional JS