iPhone Air 2 Dirumorkan Lebih Tipis, Baterai Irit, dan Pakai Kamera Ganda? - Liputan6
iPhone Air 2 Dirumorkan Lebih Tipis, Baterai Irit, dan Pakai Kamera Ganda?
Apple dikabarkan menyiapkan iPhone Air 2 dengan bodi lebih tipis dan layar CoE. Teknologi ini membuka peluang baterai lebih besar dan efisiensi daya lebih baik, dengan target rilis 2027.
Liputan6.com, Jakarta - Apple membuat banyak pihak terkejut dengan kehadiran iPhone Air. Pada awalnya, ponsel ini sempat menuai kritik saat debut karena kapasitas baterai diragukan dan kamera tunggal.
Namun seiring waktu, banyak pengguna menilai daya tahannya cukup untuk aktivitas harian. Namun, keterbatasan kamera iPhone Air tetap menjadi catatan utama.
Terkini, Apple dikabarkan menyiapkan peningkatan besar untuk generasi berikutnya, yang sementara ini disebut iPhone Air 2.
Mengutip laporan The Elec, Senin (12/1/2026), Apple disebut tengah mempertimbangkan merilis iPhone Air versi lebih tipus pada 2027. Waktu tersebut bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-20 iPhone.
Raksasa teknologi berbasis di Cupertino itu dilaporkan ingin mengadopsi teknologi layar baru bernama CoE (Color filter on Encapsulation). Teknologi ini memungkinkan panel layar dibuat lebih tipis dibanding panel OLED konvensional.
Jika rencana ini terwujud, iPhone Air 2 berpotensi melampaui rekor pendahulunya yang memiliki ketebalan sekitar 5,6mm. Karenanya, bodi lebih ramping membuka peluang desain internal lebih fleksibel.
Menariknya, layar lebih tipis justru memberi keuntungan pada sektor baterai. Karena dengan begini, Apple bisa memanfaatkan ruang internal lebih lega untuk menanam baterai berkapasitas lebih besar tanpa harus mengorbankan desain tipis.
Tak hanya itu, teknologi CoE juga memiliki dampak langsung pada efisiensi daya. Layar dengan teknologi ini memiliki keterbacaan lebih baik di bawah sinar matahari.
Dengan begitu, layar tidak perlu meningkatkan tingkat kecerahan secara agresif. Konsumsi daya pun bisa ditekan, terutama saat penggunaan di luar ruangan.
Saat ini, perusahaan belum menggunakan teknologi CoE di lini iPhone. Perusahaan disebutkan bakal menjajalnya lebih dulu di iPhone Fold yang dijadwalkan meluncur pada paru kedua 2026.
Sementara itu, Samsung Electronics juga berencana memakai CoE pada ponsel lipatnya (Galaxy Z Fold dan Z Flip), diikuti oleh Galaxy S26 Ultra, dijadwalkan rilis pada kuartal pertama tahun ini.
Rumor iPhone Air 2
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456720/original/060597700_1766923799-iphone_air_1.jpg)
Lebih lanjut, bocoran terbaru menyebutkan Apple tersebut sedang menyiapkan kejutan tidak biasa, yakni harga iPhone Air 2 bakal lebih murah dari pendahulunya.
Mengutip GSM Arena, Kamis (18/12/2025), iPhone Air 2 disebut bakal meluncur pada musim semi 2027. Salah satu peningkatan paling mencolok ada pada sektor kamera.
Jika iPhone Air hanya memiliki satu kamera, maka generasi HP baru berbodi tipis milik Apple ini dirumorkan bakal hadir dengan kamera kedua yang memiliki kemampuan ultra-wide.
Tambahan kamera iin membuat iPhone Air 2 terasa lebih komplet. Kini, pengguna tak lagi hanya mengandalkan kamera utama untuk memotret.
Akan tetapi, pengguna juga memiliki opsi pengambilan foto sudut lebar yang selama ini menjadi fitur standar di lini iPhone kelas atas.
Hal lain yang menjadi perbincangan panas adalah isu harga. Beredar kabar, iPhone Air 2 akan lebih mudah dibandingkan harga iPhone Air di pasar Amerika Serikat. Jika rumor ini akurat, langkah Apple ini bisa dibilang cukup berani.
Sebagai pengingat, iPhone Air generasi pertama dirilis dengan harga USD 999 atau sekitar Rp 16,6 jutaan. Sementara itu, iPhone Air 2 diperkirakan akan dibanderol mulai USD 899 atau sekitar Rp 14,9 jutaan.
Harga iPhone Air 2 Lebih Murah dari Pendahulunya?
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5380288/original/002815800_1760421444-iPhone_Air_03_a.jpeg)
Penurunan harga ini terasa sangat janggal, mengingat tren industri smartphone global justru bergerak sebaliknya. Setiap tahun, harga ponsel cenderung naik seiring peningkatan spesifikasi, fitur, dan biaya produksi.
Ditambah, kondisi pasar global juga tidak mendukung HP harga murah. Kelangkaan RAM, memori, dan strorage diprediksi terus berlanjut dan berpotensi mendorong harga HP semakin tinggi.
Di sisi lain, Apple juga dikenal jarang hingga nyaris tidak pernah merilis lini iPhone baru dengan harga lebih rendah dari generasi sebelumnya.
Jika bocoran ini benar, iPhone Air 2 berpotensi menjadi pengecualian langka dalam sejarah Apple. Dengan harga lebih terjangkau, dua kamera belakang, serta rumor baterai lebih besar menjadi opsi menarik bagi konsumen yang ingin punya iPhone ringan, tipis, dan tetap fungsional.
Pertanyaannya, jika iPhone Air 2 benar-benar hadir dengan harga Rp 14 jutaan, dua kamera, dan desain super tipis, apakah kamu tertarik untuk membelinya?
Bocoran iPhone Fold Terbaru Makin Kuat
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343578/original/098336800_1757442271-iPhone_Air.jpg)
Di sisi lain, Apple dikabarkan bakal meluncurkan smartphone layar lipat pertamanya, iPhone Fold, tahun depan semakin ramai jadi pembicaraan di internet. Kabar terkini datang dari akun leaker Digital Chat Station (DCS) di Weibo.
Mengutip unggahan Digital Chat Station via GSM Arena, Rabu (17/12/2025), iPhone Fold akan memiliki sensor sidik jari di bagian sisi bodi, sama seperti HP layar lipat lainnya.
Dia juga menyebutkan, HP baru Apple ini tidak akan mengusung sensor Face ID, atau sensor sidik jari di bawah layar seperti pada iPhone biasa atau ponsel lain.
Lalu bagaimana dengan spesifikasi iPhone Fold? Walau masih sebatas rumor, ponsel layar lipat pertama Apple ini akan memperlihatkan layar utama berukuran 7.58 inci, termasuk kamera selfie di bawah layar.
Sementara untuk layar depannya, raksasa berbasis di Cupertino tersebut bakal menyematkan panel berukuran 5.25 inci dengan lubang di layar untuk kamera selfie.
Kabar beredar menyebutkan, iPhone Fold bakal dilengkapi dua kamera belakang yang salah satunya menggunakan sensor 48MP.
Terkait dengan harga iPhone Fold, sebelumnya analis Arthur Liao dari Fubon Research (firma analis) menyebutkan, biaya material iPhone Fold akan mempenggaruhi harga ponsel tersebut saat diluncurkan nanti.
Mengutip laporan Fubon Research via Tom's Guide, komponen engsel, bahan logam cair, dan harga RAM yang naik 75 persen dalam setahun terakhir membuat estimasi harga mencapai USD 2.3999 atau sekitar Rp 39,3 juta.
Harga iPhone Fold ini lebih tinggi ketimbang iPhone 17 Pro Max 2TB yang dijual senilai USD 1.999 di Amerika Serikat (AS). Laporan firma analis memproyeksikan, penjualan iPhone Fold bisa tembus 5 juta unit pada tahun pertama.