0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Berita Dunia Internasional Featured Kasus Korea Selatan Korea Utara Spesial

    Krisis Bayi Korsel Makin Ngeri, Musk: Korut Bisa Menang Tanpa Perang - detik

    3 min read

     

    Krisis Bayi Korsel Makin Ngeri, Musk: Korut Bisa Menang Tanpa Perang

    Fino Yurio Kristo - detikInet


    Foto: Getty Images/maroke

    Jakarta -

    Tingkat kelahiran Korea Selatan yang anjlok akan menyebabkan masalah kekurangan penduduk yang begitu parah sehingga Korea Utara bisa melenggang masuk tanpa perlu melakukan invasi. Demikian dikatakan CEO Tesla dan orang terkaya di dunia, Elon Musk.

    Peringatan mengenai kekurangan penduduk Korsel ini muncul dalam episode podcast "Moonshots" baru-baru ini yang dipandu oleh Peter Diamandis. Keduanya mendiskusikan masa depan umat manusia, AI, dan pergeseran demografis.

    Saat mengangkat isu keruntuhan populasi, Musk menyebut Korea Selatan sebagai contoh utama. "Korea Selatan itu seperti ya, sepertiga dari tingkat penggantian populasi. Gila, kan?" ujarnya.

    Dikutip detikINET dari Korea Jooang Daily, dia memperingatkan jika tren saat ini berlanjut, populasi Korea bisa menyusut hingga hanya tinggal 3% dari jumlah saat ini dalam tiga generasi.

    "Jadi dalam tiga generasi, jumlah mereka akan menjadi seperdua puluh tujuh. Jadi, 3 persen dari ukuran saat ini. Maksudku, Korea Utara tidak akan perlu menginvasi. Mereka bisa melenggang masuk begitu saja," kata Musk.

    Musk sudah beberapa kali menyinggung masa depan demografi Korea Selatan dan juga negara lain. Dalam wawancara Maret 2023 dengan Fox News, Musk juga menunjuk Korsel sebagai salah satu kasus tingkat kelahiran rendah paling ekstrem, dengan mengatakan bahwa negara tersebut dapat menyusut hingga 3 sampai 4 persen dari ukuran saat ini selama tiga generasi dan tidak ada yang akan bisa membalikkan tren ini.

    Pada tahun 2022, ia menulis di X bahwa Korea Selatan, bersama dengan Hong Kong, mengalami keruntuhan populasi tercepat di dunia. Selama episode "Moonshots" tersebut, Musk juga menyinggung masyarakat yang menua.

    "Popok dewasa itu nyata. Itu seperti salah satu tanda bahwa sebuah negara tidak berada di jalur yang benar. Yaitu ketika jumlah popok dewasa melebihi popok bayi," katanya.

    "Korea Selatan akan sampai di tahap itu," timpal sang pembawa acara. "Tidak, mereka sudah melewati titik itu. Sudah bertahun-tahun yang lalu," jawab Musk.

    Sebagai catatan, tingkat kesuburan pengganti, yang umumnya dibutuhkan untuk mempertahankan populasi saat ini, adalah 2,1, sedangkan tingkat kesuburan total Korea Selatan (rata-rata jumlah anak yang diharapkan dimiliki seorang wanita sepanjang hidupnya) berada di angka 0,75 pada tahun 2024.

    Tonton juga video "Jumlah Bayi Lahir di Korea Selatan Dilaporkan Meningkat"

    (fyk/fyk)


    Komentar
    Additional JS