New York Post: Iran Gunakan Perang Elektronik untuk Ganggu Internet Starlink saat Pemadaman Internet - Tribunnews.com
Iran dilaporkan mengerahkan perang elektronik kelas militer untuk mengganggu Starlink saat pemadaman internet meluas.
Ringkasan Berita:
- Iran diduga menggunakan teknologi perang elektronik untuk mengganggu layanan internet satelit Starlink selama pemadaman nasional.
- Langkah ini diambil setelah ribuan terminal Starlink memungkinkan aktivis tetap mengirim informasi ke luar negeri.
- Pola gangguan tersebut dinilai mirip taktik Rusia di Ukraina dan diduga melibatkan teknologi militer canggih.
TRIBUNNEWS.COM - Iran dilaporkan menggunakan teknologi perang elektronik untuk mengganggu layanan internet satelit Starlink selama pemadaman komunikasi besar-besaran pekan lalu.
Laporan tersebut disampaikan oleh The New York Times pada Kamis (15/1/2026), mengutip keterangan aktivis, pakar teknologi, dan lembaga pemantau internet.
Menurut laporan itu, ribuan terminal Starlink yang diselundupkan ke Iran memungkinkan aktivis dan insinyur tetap terhubung ke internet di tengah pemadaman nasional.
Melalui koneksi tersebut, gambar-gambar pasukan keamanan yang menembaki demonstran serta keluarga yang mencari jenazah korban dapat dikirim ke luar negeri.
Situasi itu disebut memicu respons keras dari otoritas Iran.
Pemerintah Iran diduga mengerahkan peralatan peperangan elektronik kelas militer untuk mengganggu sinyal GPS yang digunakan sistem Starlink.
Para aktivis dan kelompok masyarakat sipil menyebut langkah tersebut jarang diterapkan di luar zona konflik aktif, seperti di Ukraina.
Iran kini memasuki hari keenam pemadaman internet nasional yang membuat jutaan warga terputus dari dunia luar.
Menurut NetBlocks, hampir seluruh lalu lintas internet Iran dikendalikan melalui satu titik pusat yang memungkinkan pemerintah memutus komunikasi secara instan.
Dalam kondisi jaringan konvensional lumpuh, Starlink menjadi salah satu dari sedikit sarana komunikasi yang tersisa, meski dilarang secara hukum di Iran.
Kepemilikan terminal Starlink dapat berujung hukuman penjara hingga dua tahun, sementara impor lebih dari 10 perangkat terancam hukuman hingga 10 tahun.
Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi ke Pejabat Iran, termasuk Ajudan Khamenei atas Penindakan Demo Anti-Pemerintah
Kelompok Filter Watch melaporkan adanya gangguan sinyal satelit di sejumlah wilayah Teheran.
Di beberapa lokasi, pengguna Starlink mengalami kehilangan paket data hingga 40 persen, sehingga hanya pesan singkat yang dapat dikirim.
Analisis menunjukkan gangguan berasal dari unit pengacak sinyal bergerak yang dapat dipindahkan antarwilayah.
Pola ini dinilai mirip dengan taktik Rusia di Ukraina, yang menargetkan terminal satelit menggunakan sistem peperangan elektronik bergerak.
Sejumlah analis menyebut Iran kemungkinan memanfaatkan atau merekayasa balik teknologi Rusia, termasuk sistem Krasukha-4 dan varian lokal Cobra V8.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)