0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home AI Berita Dunia Internasional Featured Google Internet Kecerdasan Buatan Spesial

    Orang RI di Google AS Bongkar Masa Depan AI, Detail Kecil Bisa Berdampak Besar - detik

    4 min read

     

    Orang RI di Google AS Bongkar Masa Depan AI, Detail Kecil Bisa Berdampak Besar

    Agus Tri Haryanto - detikInet
    Sabtu, 17 Jan 2026 11:55 WIB
    BAGIKAN  


    Foto: Google
    Jakarta -

    Di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) secara global, Indonesia mulai menempatkan talenta terbaiknya di pusat pengambilan keputusan teknologi dunia. Salah satunya adalah Juan Anugraha Djuwadi, Product Manager di Google Amerika Serikat, yang berperan strategis dalam mengarahkan inovasi AI agar tetap relevan, manusiawi, dan berdampak luas.

    Dalam webinar "AI Streamline Your Business: Build Internal Apps with AI", Juan memaparkan pandangannya mengenai arah pengembangan AI, tantangan adopsi lintas pasar, serta prinsip membangun produk berskala global yang dapat menjadi rujukan penting bagi pemerintah, dunia usaha, dan ekosistem digital di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik.

    Menurutnya, kemajuan AI tidak boleh terjebak pada kompleksitas teknologi semata.

    />

    "Pengguna tidak peduli seberapa canggih teknologi di belakang layar. Mereka peduli apakah solusi itu berguna dan menyelesaikan masalah nyata," tegas Master of Arts alumnus Design and Development of Digital Games, Game and Interactive Media Design, Columbia University ini.

    Prinsip tersebut menjadi fondasi utama dalam pengembangan produk Google yang melayani miliaran pengguna lintas budaya dan tingkat literasi digital.

    Juan menekankan dua filosofi kunci yang relevan bagi pembuat kebijakan dan enterprise: "less is more" dan "the details matter." Dalam skala masif, satu persen kegagalan bukan angka kecil.

    "Ketika satu persen pengguna mengalami kesulitan, itu berarti jutaan orang. Di sinilah detail menjadi isu strategis, bukan sekadar teknis," jelasnya.

    Pandangan ini penting bagi pemerintah dan BUMN yang tengah membangun sistem digital berskala nasional, termasuk layanan publik berbasis AI.

    Terkait pengambilan keputusan, Juan memposisikan data dan intuisi sebagai dua pilar yang saling melengkapi. Data berperan sebagai kompas untuk optimasi-seperti peningkatan efisiensi, performa, dan akurasi-namun terobosan besar justru lahir dari intuisi dan visi produk.

    "Data memvalidasi masa kini, intuisi mendefinisikan masa depan," ucapnya.

    />

    Di era AI yang bergerak cepat, pendekatan ini menjadi krusial bagi regulator dan enterprise agar tidak sekadar reaktif, tetapi visioner.

    Isu kepercayaan (trust) menjadi sorotan utama dalam penerapan AI lintas negara. Juan menilai bahwa solusi AI yang berdampak harus dibangun dengan pemahaman konteks lokal, budaya, serta ekspektasi pengguna.

    Google, menurutnya, mengandalkan kolaborasi tim global dan lokal agar inovasi tidak bersifat seragam, tetapi relevan. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dan APAC, di mana keragaman sosial dan ekonomi menuntut pendekatan AI yang kontekstual dan etis.

    Mengenai Indonesia, Juan melihat potensi besar sekaligus tantangan struktural. Berbeda dari pasar Amerika Serikat yang telah matang dalam adopsi dan monetisasi perangkat lunak, Indonesia masih berada dalam fase transisi.

    Namun, ia memprediksi bahwa seiring kematangan ekosistem digital, perhatian terhadap privasi data, etika AI, dan akuntabilitas sistem akan meningkat tajam-isu yang kini menjadi agenda utama global.

    Juan yang pernah berkarier di beberapa perusahaan ternama USA seperti Niantic, Scopely, Activision, dan Electronic Arts ini juga memproyeksikan perubahan fundamental dalam lanskap teknologi lima tahun ke depan.

    Demokratisasi AI akan mendorong lahirnya software yang bersifat on-the-fly, dihasilkan secara real-time sesuai kebutuhan pengguna. Perubahan ini diperkirakan akan mengubah total cara pemerintah, enterprise, dan pelaku industri merancang layanan, termasuk antarmuka berbasis teks dan suara.

    Dengan pengalaman lintas industri-dari teknologi, hiburan, hingga platform digital global-Juan menegaskan bahwa peran talenta Indonesia di panggung dunia bukan sekadar simbol, melainkan kontributor strategis dalam membentuk arah AI yang berdampak, beretika, dan berorientasi pada manusia.



    Simak Video "Video AI Bikin Konsumsi Air Dunia Melejit: Dampaknya Bisa Kekeringan!"

    (agt/agt)
    Komentar
    Additional JS