0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Berita Featured Kendaraan Listrik Spesial

    Pabrik Baterai Siap Produksi, Indonesia Perkuat Basis Industri Kendaraan Listrik - Viva

    5 min read

     

    Pabrik Baterai Siap Produksi, Indonesia Perkuat Basis Industri Kendaraan Listrik


    Jakarta, VIVA – Pengembangan industri kendaraan listrik menjadi salah satu agenda strategis yang terus didorong pemerintah dan pelaku industri nasional. Seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik, ketersediaan baterai sebagai komponen utama menjadi faktor penting dalam membangun daya saing industri otomotif. 

    Cara Memperpanjang Umur Baterai Mobil agar Lebih Awet dan Tidak Mudah Soak

    Dalam konteks tersebut, pembangunan fasilitas manufaktur baterai dipandang sebagai langkah struktural untuk memperkuat rantai pasok kendaraan listrik di dalam negeri.

    Upaya tersebut tercermin dari selesainya instalasi fasilitas manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. BPI Danantara selaku pemegang saham Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menyatakan terus mengawal pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia. 

    Arah Bisnis Pelumas di Era Kendaraan Listrik

    Langkah ini dikaitkan dengan strategi hilirisasi dan industrialisasi jangka panjang guna meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral domestik. Melalui anak usahanya, PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI), MIND ID bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend (CBL) membentuk perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). 

    Perusahaan ini ditugaskan mengembangkan fasilitas produksi baterai yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri kendaraan listrik nasional. CATIB membangun Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack di kawasan Artha Industrial Hills, Kabupaten Karawang, dengan luas lahan mencapai 43 hektare. 

    OJK Sebut Tahun 2026 Kritikal bagi Industri Asuransi, Ini Penyebabnya

    Pada fase pertama, kapasitas produksi direncanakan sebesar 6,9 GWh dan akan diperluas hingga 15 GWh pada fase kedua. Kapasitas tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik dan aplikasi energi lainnya di dalam negeri.

    Proyek ini terdiri dari dua fasilitas utama. Pertama, Module & Pack Plant yang pembangunan dan instalasi peralatan manufakturnya telah diselesaikan pada Januari 2026. Fasilitas ini merupakan unit perakitan baterai berbasis sistem otomatis untuk menghasilkan modul dan paket baterai siap pakai bagi industri kendaraan listrik. 

    Kedua adalah Cell Plant yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan akan memproduksi sel baterai sebagai komponen dasar sebelum dirakit menjadi modul dan paket baterai. Fasilitas produksi tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. 

    Keberadaannya diharapkan dapat mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri pada produk kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia, sekaligus memperluas aktivitas pengolahan lanjutan mineral strategis. Hal tersebut disampaikan Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto. 

    “Melalui inisiatif strategis ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga membangun penguasaan teknologi, peningkatan kapabilitas SDM, serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik. Dengan demikian, penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dapat terwujud,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Jumat, 16 Januari 2026.

    Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding antara MIND ID, PT IBI, dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) terkait kerja sama penelitian dan pengembangan produk baterai, energi terbarukan, dan mobilitas listrik. Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung persiapan peluncuran komersial rantai nilai baterai terintegrasi di Indonesia pada 2028.

    “Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi, guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” ungkap Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin. 

    Sementara itu, Direktur Utama PT IBI Aditya Farhan Arif mengatakan, bahwa perusahaan berkomitmen memastikan pengembangan ekosistem baterai nasional berjalan secara konsisten dari tahap perencanaan hingga implementasi. Dengan adanya kemajuan signifikan atas proyek CATIB saat ini, mencerminkan kesiapan infrastruktur, teknologi, serta kolaborasi strategis yang dibangun untuk mendukung terbentuknya industri baterai yang kompetitif dan beberkelanjutan. 

    "Penandatanganan MoU adalah cerminan komitmen agar keberadaan industri baterai nasional dapat berkontribusi pada peningkatan kepakaran Indonesia di bidang material maju untuk energi, khususnya teknologi baterai,” ujarnya. 

    Selesainya instalasi fasilitas manufaktur tersebut, pengembangan industri baterai di Indonesia memasuki tahap lanjutan yang akan diuji melalui kesiapan operasional, pasar, dan integrasi dengan industri kendaraan listrik nasional dalam beberapa tahun ke depan.


    Komentar
    Additional JS