Teleskop Antariksa Hubble Tangkap Koleksi Piringan Protoplanet, Ungkap Proses Pembentukan Bintang dan Planet - Mureks
JAKARTA, Mureks.com – Teleskop Antariksa Hubble milik NASA berhasil mengabadikan koleksi citra piringan protoplanet, struktur gas dan debu yang diyakini menjadi cikal bakal pembentukan bintang dan planet baru. Penemuan ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman ilmuwan tentang proses evolusi bintang dan sistem keplanetan di alam semesta.
Koleksi citra yang dirilis pada Senin, 19 Januari 2026, menampilkan piringan-piringan di sekitar beberapa bintang yang sedang terbentuk. Sebagian citra diambil menggunakan cahaya tampak, sementara sebagian lainnya menggunakan cahaya inframerah, menawarkan perspektif komprehensif tentang tahapan evolusi yang berbeda.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Mengenal Piringan Protoplanet

Saat bintang mulai terbentuk, ia menarik gas dan debu dari sekitarnya. Sebagian materi ini kemudian membentuk piringan berputar yang dikenal sebagai piringan protoplanet. Gas dan debu dalam piringan ini terus memberi makan bintang yang sedang tumbuh, sementara sisa materi yang mengorbit berpotensi membentuk planet di kemudian hari.
Dalam citra cahaya tampak, piringan protoplanet terlihat sebagai cakram debu gelap yang berada di antara cahaya terang. Cahaya terang ini berasal dari nebula refleksi, yaitu wilayah gas dan debu yang diterangi oleh cahaya bintang. Fenomena jet gas juga terlihat jelas dalam beberapa citra.
Salah satu objek yang diamati, HH 390, tidak terlihat dari sisi tepi (edge-on), sehingga piringannya tampak berada di tepi cahaya terang. HH 390 dan Tau 042021 berlokasi sekitar 450 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di Awan Molekuler Taurus. Sementara itu, bintang-bintang di bagian bawah citra cahaya tampak berjarak hampir 500 tahun cahaya di wilayah pembentuk bintang Chameleon I.
Peran Cahaya Inframerah dalam Observasi

Citra yang diambil dengan cahaya inframerah menunjukkan bintang-bintang yang berada pada tahap evolusi lebih awal dibandingkan dengan yang terlihat dalam cahaya tampak. Pada tahap awal ini, bintang-bintang diselimuti oleh selubung debu tebal. Cahaya inframerah memiliki kemampuan untuk menembus selubung debu ini, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh cahaya tampak.
Di citra inframerah, area gelap yang tampak di bagian tengah cahaya terang adalah piringan protoplanet. Bayangan piringan yang terpantul ke awan di sekitarnya membuat piringan tersebut terlihat lebih besar dari ukuran sebenarnya. Bintang-bintang di bagian kanan atas dan kiri bawah citra inframerah terletak di Awan Molekuler Orion, sekitar 1.300 tahun cahaya jauhnya. Adapun bintang-bintang di bagian kiri atas dan kanan bawah berada di Awan Molekuler Perseus, sekitar 1.500 tahun cahaya dari Bumi.
Koleksi citra ini, sebagaimana dihimpun Mureks dari data NASA dan ESA, merupakan hasil kerja sama tim ilmuwan termasuk K. Stapelfeldt dari Jet Propulsion Laboratory dan T. Megeath dari University of Toledo, dengan pemrosesan oleh Gladys Kober dari NASA/Catholic University of America. Penemuan ini menjadi langkah penting dalam memahami misteri kelahiran bintang dan planet di galaksi kita.