0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    Viral Tren Video AI Orangtua untuk Desak Anak Segera Menikah - Wolipop

    2 min read

     

    Viral Tren Video AI Orangtua untuk Desak Anak Segera Menikah


    Foto: via Oddity Central
    Jakarta -

    Pertanyaan soal menikah sering kali muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama saat berkumpul bersama keluarga. Di China, topik ini bahkan berkembang menjadi fenomena baru yang ramai dibicarakan di media sosial.

    Melansir Oddity Central, sepanjang tahun 2024, angka pernikahan di China mengalami penurunan cukup tajam. Tercatat hanya 6,106 juta pasangan yang mendaftarkan pernikahan, turun sekitar 20,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data dari Kementerian Urusan Sipil China menyebutkan tingkat pernikahan nasional kini hanya 4,3 per 1.000 penduduk. Kondisi ini membuat banyak orang tua merasa khawatir terhadap masa depan anak-anak mereka.

    Kekhawatiran tersebut mendorong sebagian orang tua melakukan berbagai cara agar anak segera menikah dan membangun keluarga. Salah satu cara yang belakangan viral adalah menyebarkan video buatan kecerdasan buatan atau AI di platform seperti Douyin dan Weibo. Video-video ini menampilkan sosok orang tua yang digambarkan menyesal karena tidak menikah saat muda dan tidak mengikuti nasihat orang tuanya.

    Dalam salah satu video yang ramai diperbincangkan, terlihat perempuan berusia 58 tahun yang harus menjalani perawatan di rumah sakit seorang diri, sementara pasien lain dirawat oleh anggota keluarganya. Video lain menampilkan tokoh berusia 56 tahun yang mengungkapkan penyesalan karena memilih hidup sendiri hingga tua. Meski jelas diberi keterangan sebagai video buatan AI, konten tersebut tetap ditonton dan dibagikan jutaan kali.

    Fenomena ini dikenal dengan sebutan 'cyber siege', istilah yang menggambarkan tekanan digital dari orang tua kepada anak-anak agar segera menikah. Sebagian warganet mendukung tren ini dan menilai video tersebut bisa menjadi pengingat bagi generasi muda.

    Namun, tidak sedikit pula yang menentangnya. Sejumlah pihak menilai cara tersebut justru bisa memperbesar jarak antara orang yang sudah menikah dan yang masih lajang. Respons dari generasi muda pun cenderung negatif. Banyak yang menganggap video-video itu berlebihan dan justru menghibur, bukan menyentuh.

    Beberapa komentar menyebut penggunaan AI menunjukkan sulitnya menemukan orang nyata yang mau benar-benar mengaku menyesali hidup lajangnya. Ada juga yang berpendapat bahwa tren ini hanya akan membuat kaum muda semakin tertekan dan enggan menikah karena merasa dipaksa.

    (vio/vio)

    Komentar
    Additional JS