0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home AI Berita Featured Internet Kecerdasan Buatan Spesial Twitter X

    X Batasi Fitur Grok Edit Foto Cabul Berdasarkan Wilayah, Terapkan Geoblock - Kompas TV

    5 min read

     

    X Batasi Fitur Grok Edit Foto Cabul Berdasarkan Wilayah, Terapkan Geoblock



    Pengembang aplikasi Grok, Elon Musk saat menghadiri sesi pleno pertama KTT Keamanan AI di Bletchley Park, pada hari Rabu, 26 November 2025. (Sumber: Leon Neal/Pool Photo via AP, File)

    WASHINGTON, KOMPAS.TV - Perusahaan xAI dilaporkan membatasi fitur chatbot Grok untuk mengedit gambar secara cabul di wilayah tertentu. CEO xAI Elon Musk menyebut pihaknya telah menerapkan geoblock atau pemblokiran akses berdasarkan wilayah terkait fitur pengeditan foto di Grok.

    Musk menyatakan Grok kini tidak bisa mengedit foto orang secara cabul di wilayah yang melarang hal tersebut secara hukum. Menurut Musk, peraturan ini akan berlaku untuk semua pengguna media sosial X, termasuk pengguna berbayar.

    "Kami telah mengimplementasikan kebijakan teknologi untuk mencegah akun Grok mengedit gambar orang asli dengan pakaian terbuka seperti bikini, pakaian dalam, atau pakaian terbuka yang lain," kata Elon Musk dikutip Associated Press, Rabu (14/1/2026).

    Baca Juga: Media Asing Soroti Indonesia Blokir Aplikasi Elon Musk Grok, Disebut Negara Pertama Melakukannya

    Sebelumnya, Grok menuai kontroversi usai digunakan sejumlah pengguna X untuk "menelanjangi" foto seseorang di media sosial. 

    Fitur Grok mengedit foto secara cabul tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk pemerintahan.

    Pada Rabu (14/1), pemerintah negara bagian California pun meluncurkan investigasi atas kasus penyebaran materi seksual non-konsensual yang diproduksi oleh Grok.

    Sejumlah negara juga mengambil langkah hukum hukum dengan memblokir Grok, seperti Indonesia dan Malaysia.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan pihaknya memutus akses sementara terhadap Grok untuk melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak terhadap konten pornografi palsu yang dihasilkan oleh teknologi.

    "Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok," kata Meutya Hafid dalam pernyataan resmi, Sabtu (10/1/2026).

    Baca Juga: Kemkomdigi Putus Sementara Akses Grok, Minta X Segera Hadir Memberikan Klarifikasi

    Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti


    Komentar
    Additional JS