200.000 Kali Lebih Rumit dari Robotaxi? Optimus Tesla Siap Guncang Dunia - KABARMEGAPOLITAN
KABARMEGAPOLITAN.com - Tokoh investasi teknologi, Cathie Wood, kembali bikin heboh. Lewat media sosial, pendiri ARK Invest itu menyebut bahwa mengembangkan robot humanoid 200.000 kali lebih kompleks dibandingkan membangun robotaxi.
Namun, ia optimistis dengan satu nama: Elon Musk.
Menurut riset ARK, berbekal pendekatan “first principles” dan determinasi Musk yang dikenal keras kepala, robot humanoid Tesla — Optimus — diprediksi mulai mengubah kehidupan pabrik pada 2028/2029, lalu merambah ke rumah tangga.
Musk pun tak tinggal diam. Ia membalas:
“Akan mulai mengganggu status quo pada 2027, dampaknya terlihat jelas di 2028, dan akan sangat besar di 2029.”
Robot humanoid Optimus pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2022. Saat itu, Tesla memperkirakan harga jualnya di bawah 25.000–30.000 dolar AS.
Baca Juga: Tesla Semi Siap Produksi Massal, Versi Produksi Tawarkan Jarak Tempuh Lebih Jauh dari Janji Awal
Musk bahkan memasarkan Optimus sebagai “pengasuh rumah tangga” masa depan — semacam versi nyata dari C-3PO atau R2-D2 ala Star Wars.
Meski sempat menunda penerapan komersial di pabriknya sendiri, Tesla kini tengah mengembangkan robot generasi ketiga.
Pada 29 Januari lalu, Tesla mengumumkan peningkatan investasi di infrastruktur robot otonom. Lini produksi generasi pertama Optimus pun sudah dalam tahap pembangunan.
Rencananya, lini produksi Model S/X di pabrik Fremont akan diubah menjadi jalur khusus produksi robot humanoid. Produksi massal ditargetkan dimulai sebelum akhir 2026, dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas 1 juta unit per tahun.
Tak cuma robot humanoid, Tesla juga menargetkan produksi massal beberapa produk lain pada 2026:
Cybercab (taksi tanpa sopir)
Semi electric truck
Megapack 3 untuk penyimpanan energi
Baca Juga: Saat Tesla FSD Menjadi Penyelamat: Kisah Dramatis Pengemudi yang Dilarikan ke IGD
Langkah ini menunjukkan Tesla tidak hanya bermain di kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem otomasi dan energi secara agresif.
Dalam forum ekonomi dunia di Davos pada akhir Januari 2026, Musk mengungkap bahwa Optimus sudah memasuki fase hitung mundur menuju produksi massal.
Saat ini, robot tersebut sudah mampu melakukan tugas-tugas dasar di pabrik Tesla, seperti mengencangkan sekrup dan memindahkan material.
Targetnya, pada akhir 2026 Optimus sudah bisa menyelesaikan tugas industri yang lebih kompleks, termasuk perakitan presisi dan inspeksi kualitas tingkat manufaktur.
Jika semua berjalan sesuai rencana, 2027 bisa menjadi titik awal gangguan besar terhadap dunia manufaktur — dan mungkin, tak lama setelah itu, ruang tamu kita sendiri.
Pertanyaannya sekarang: apakah dunia benar-benar siap hidup berdampingan dengan 1 juta robot humanoid setiap tahun?***