Teknologi 6G! China Kembangkan Sistem Komunikasi Masa Depan, 10x Lebih Cepat dari 5G - KABARMEGAPOLITAN
KABARMEGAPOLITAN.com - Para ilmuwan China dilaporkan berhasil mencetak terobosan besar di bidang komunikasi optik dan teknologi 6G.
Menurut laporan Xinhua, tim peneliti menjadi yang pertama di dunia yang berhasil mengintegrasikan jaringan komunikasi serat optik dengan sistem komunikasi nirkabel dalam satu platform.
Teknologi baru ini menghadirkan sistem komunikasi “fiber-wireless terintegrasi” dengan kecepatan transfer data yang memecahkan rekor dunia. Hasil penelitian tersebut bahkan telah dipublikasikan di jurnal ilmiah bergengsi Nature.
Perkembangan pusat data berbasis AI dan jaringan generasi berikutnya seperti 6G menuntut transmisi data yang jauh lebih cepat dan stabil, dengan latensi sangat rendah di berbagai skenario penggunaan.
Baca Juga: BMW iX1 2026 Resmi Meluncur: Kini Pakai 5G, Harga Mulai Rp228 Jutaan
Namun selama ini terdapat kendala besar berupa “kesenjangan bandwidth” antara komunikasi serat optik dan komunikasi nirkabel.
Perbedaan arsitektur sinyal dan keterbatasan perangkat keras membuat kedua teknologi sulit bekerja secara optimal dalam satu sistem terpadu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti dari Peking University, bersama Pengcheng Laboratory, ShanghaiTech University, dan National Information Optoelectronics Innovation Center, mengembangkan konsep baru bernama fiber–wireless integrated converged communication.
Tim riset berhasil menciptakan perangkat fotonik terintegrasi ultra-wideband dengan bandwidth lebih dari 250 GHz menggunakan solusi optik terpadu.
Berdasarkan teknologi tersebut, mereka mengembangkan sistem komunikasi baru dengan performa luar biasa:
Baca Juga: Tecno Pova Curve 2 5G Bocor, Desain Unik dan Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan
Transmisi serat optik hingga 512Gbps per channel
Transmisi nirkabel hingga 400Gbps per channel
Kecepatan ini menandai pencapaian baru dalam teknologi komunikasi data.
Wang Xingjun, penulis utama penelitian sekaligus Wakil Dekan School of Electronic Engineering di Peking University, menjelaskan bahwa sistem ini berhasil mengatasi kesenjangan bandwidth sekaligus meningkatkan kemampuan anti-interferensi.
Teknologi tersebut mendukung transmisi dual-mode (fiber dan wireless) dalam satu sistem, sehingga koneksi menjadi lebih stabil dan efisien.
Dalam simulasi skenario penggunaan skala besar, sistem ini mampu menangani akses video 8K secara real-time melalui 86 kanal sekaligus, dengan bandwidth lebih dari 10 kali lipat jaringan 5G saat ini.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07 5G Bocor, Baterai Jumbo 6.000 mAh Jadi Andalan Ponsel 5G Termurah
Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar untuk berbagai penerapan, termasuk:
Base station jaringan 6G
Pusat data nirkabel
Infrastruktur komunikasi ultra-broadband generasi berikutnya
Jika terus dikembangkan, sistem ini dapat menjadi fondasi penting bagi jaringan internet super cepat di masa depan.
Peninjau dari jurnal Nature juga menilai penelitian ini sebagai kontribusi penting bagi perkembangan teknologi optik terintegrasi dan sistem komunikasi terahertz.***