Canggih! Teknologi Baru Bisa Ubah Hujan Jadi Sumber Listrik - detik
Canggih! Teknologi Baru Bisa Ubah Hujan Jadi Sumber Listrik
Para peneliti sedang mengembangkan teknologi yang memungkinkan menghasilkan listrik dari tetesan hujan yang jatuh. Inovasi ini membuka kemungkinan sumber energi baru yang ramah lingkungan, memanfaatkan salah satu fenomena alam sehari-hari yang selama ini belum pernah dianggap sebagai sumber energi yang dapat dipanen.
Studi yang dipimpin oleh tim ilmuwan di University of Connecticut ini berfokus pada cara menangkap energi kinetik tetesan air hujan saat mengenai permukaan bahan tertentu yang bisa mengubah gerak menjadi listrik.
Teknologi tersebut menggunakan bahan yang mampu memanfaatkan efek triboelektrik, yaitu fenomena ketika gaya gesek menghasilkan muatan listrik. Saat tetesan air jatuh dan bersentuhan dengan permukaan ini, muatan listrik diproduksi secara spontan.
Menurut Prof. Chun-Long Chen, salah satu peneliti utama dari Department of Materials Science & Engineering, University of Connecticut, temuan ini menunjukkan potensi besar dari sumber energi yang belum pernah dipakai sebelumnya.
"Kami percaya bahwa kita dapat memanen energi dari hujan itu sendiri menggunakan permukaan yang dioptimalkan untuk menghasilkan listrik saat tetesan air jatuh. Ini membuka peluang besar untuk sumber listrik yang benar-benar bersih, terutama di wilayah tropis yang sering turun hujan," ujar Prof. Chen seperti dikutip dari Euro News.
Dalam eksperimen awal, tim peneliti memodifikasi permukaan bahan sehingga memiliki daya triboelektrik yang tinggi. Alhasil, ketika tetesan air jatuh pada permukaan tersebut, terjadi pemisahan muatan yang signifikan dan perbedaan potensial listrik antara permukaan dan udara. Energi ini kemudian dapat diarahkan melalui sirkuit kecil sehingga menghasilkan listrik nyata yang bisa disimpan atau langsung digunakan untuk kebutuhan perangkat kecil.
Salah satu tantangan teknologi ini adalah efisiensi konversi energi yang masih rendah pada tahap awal pengembangan. Tetesan hujan memiliki energi kinetik yang relatif kecil dibandingkan dengan sumber energi lain seperti angin atau air terjun.
Namun, para ilmuwan yakin bahwa dengan optimasi bentuk permukaan dan bahan yang digunakan, efisiensi dapat ditingkatkan sehingga lebih layak diimplementasikan di dunia nyata, misalnya untuk memasok energi sensor yang dipasang di luar ruangan atau perangkat IoT.
Selain itu, teknologi ini juga mendapatkan perhatian karena tidak memerlukan turbin, magnet besar, atau sumber bahan bakar fosil. Cukup dengan permukaan yang benar dan air hujan yang jatuh, energi dapat dihasilkan tanpa mengeluarkan emisi karbon. Ini sejalan dengan upaya global untuk mencari alternatif ramah lingkungan terhadap pembangkit listrik berbasis fosil.
Para peneliti berharap di masa mendatang, teknologi ini bisa berkembang hingga menjadi bagian dari arsitektur bangunan pintar, diterapkan pada atap atau fasad gedung yang dibuat dengan struktur yang bisa menghasilkan listrik saat hujan turun. Prototipe awal telah menunjukkan bahwa hujan deras yang berlangsung beberapa jam saja berpotensi menghasilkan energi cukup untuk perangkat tertentu.