0
News
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    Kejar Target 12 Juta Talenta Digital, Ratusan Siswi Dibekali AI Sejak Usia Dini - detim

    4 min read

     

    Kejar Target 12 Juta Talenta Digital, Ratusan Siswi Dibekali AI Sejak Usia Dini

    Agus Tri Haryanto - detikInet


    Foto: Prestasi Junior Indonesia

    Jakarta -

    Isu kesenjangan keterampilan digital dan minimnya partisipasi perempuan di sektor teknologi masih menjadi tantangan besar di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI). Persoalan ini yang jadi sorotan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.

    Meutya mengungkapkan pentingnya peran perempuan dalam mencapai target nasional talenta digital saat ini. Pemerintah telah menetapkan target terkait Sumber Daya Manusia (SDM) mumpuni tersebut, namun jumlahnya tidak mencukupi sehingga ditingkatkan lagi angka talenta digital.

    "Di Kementerian Komunikasi dan Digital, target kami pada tahun 2030 adalah membangun 9 juta talenta digital. Angka tersebut masih belum cukup, dan kami akan meningkatkan target menjadi 12 juta pada 2030," ujar Menkomdigi dikutip dari siaran pers, Selasa (17/2/2026).

    Ia menambahkan, teknologi merupakan sumber pemberdayaan yang kuat, bukan hanya bagi perempuan muda, tetapi juga bagi keluarga, komunitas, dan bangsa. Pemerintah pun memperluas makna 3T menjadi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga sebagai fondasi ekosistem digital yang inklusif.

    Berdasarkan laporan terbaru Amazon Web Services (AWS) dan Strand Partners, lebih dari 18 juta pelaku usaha di Indonesia atau sekitar 28% telah mengadopsi AI, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 47% pada 2025. Namun, 57% bisnis masih menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan digital.

    Menjawab kondisi tersebut, Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia kembali menggelar Amazon Girls' Tech Day, program global tahunan yang bertujuan mendorong lebih banyak anak perempuan berani mengenal, mempelajari, dan menekuni dunia teknologi.

    Memasuki tahun keempat, program ini melibatkan lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di Karawang dan Bekasi. Untuk pertama kalinya di Indonesia, cakupan peserta diperluas mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), sebagai upaya menumbuhkan minat talenta perempuan sejak usia dini.

    "Saya percaya kita perlu mendorong perempuan muda, seperti mereka yang hadir di Girls' Tech Day, untuk menjadi bagian dari talenta digital masa depan kita," kata Meutya.

    AI Tumbuh Pesat, Kesenjangan Skill Masih Menganga

    Indonesia Regional Manager of Data Center Operations AWS, Winu Adiarto, menyebut Amazon terus mengadaptasi program ini agar selaras dengan kebutuhan masa depan.

    "Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam proses adopsi AI, dan kami mengadaptasi program tahun ini untuk meliputi AI dan teknologi serupa lainnya, sembari memperluas cakupan ke siswi SD. Tujuan kami adalah memicu minat dan membangun rasa percaya diri anak perempuan dalam hal teknologi sejak dini," tuturnya.

    Dalam Amazon Girls' Tech Day, para peserta mengikuti workshop berbasis usia, mulai dari pengenalan AI dan coding dasar, robotika pemula, hingga pengembangan game. Sejumlah women tech leader turut berbagi inspirasi, termasuk Cecilia Astrid Maharani, VP Data & AI di Mekari, dan Riris Marpaung, CEO & Founder GameChanger Studio sekaligus Co-Founder Indonesia Women in Game.

    Cecilia menyoroti rendahnya minat perempuan menjadikan teknologi sebagai karier utama.

    "Saat ini kurang dari 5% perempuan menjadikan teknologi sebagai pilihan karier utama mereka. Tidak ada batasan bagi perempuan untuk terlibat di dunia teknologi karena keberagaman perspektif sangat penting untuk inovasi yang bermakna," ucapnya.

    Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menilai intervensi sejak sekolah dasar penting untuk mematahkan stereotip bahwa teknologi adalah ranah laki-laki.

    "Kami ingin memberikan pengalaman nyata dan relevan bagi siswi dari SD hingga SMA agar mereka memiliki minat, kepercayaan diri, dan aspirasi jangka panjang untuk berkarier di dunia teknologi."

    Melalui Amazon Girls' Tech Day, Amazon dan Prestasi Junior Indonesia menegaskan komitmen membangun jalur inklusif bagi talenta perempuan. Secara global, Amazon menargetkan dapat menjangkau lebih dari satu juta anak perempuan dan perempuan muda hingga tahun 2030.

    Dengan langkah ini, isu kesenjangan gender di sektor teknologi tidak hanya disorot, tetapi juga dijawab melalui aksi nyata-membuka akses, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi perempuan sebagai kreator dan pemimpin di era AI.


    Komentar
    Additional JS