Pandi Tetapkan Target 1,5 Juta Pengguna Domain pada 2026 - Viva
Pandi Tetapkan Target 1,5 Juta Pengguna Domain pada 2026
- Pandi menargetkan penambahan pengguna domain mencapai 1,5 juta pada 2026.
- Strategi utama difokuskan pada penetrasi sektor UMKM, pendidikan, dan ekspansi ke pasar global.
- Pandi mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp70 miliar (2024) menjadi Rp76,4 miliar (2025).
- Inovasi jangka panjang meliputi pengembangan identitas digital berbasis teknologi blockchain (EID dan IDGEN).
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) secara ambisius menargetkan kenaikan jumlah pengguna domain menjadi 1,5 juta pada tahun 2026. Target ini meningkat signifikan setelah Pandi sukses melampaui pencapaian tahun sebelumnya.
Ketua Pandi, John Sihar Simanjuntak, menjelaskan bahwa strategi utama harus berpusat pada penetrasi di sektor UMKM dan penguatan pangsa pasar .ID. Pandi melihat peluang besar pada segmen UMKM, instansi pemerintah, dan sektor pendidikan untuk mengakselerasi adopsi nama domain.
Berdasarkan data internal, Pandi sukses mencatat total 1.432.960 pengguna domain terdaftar per akhir 2025. Angka ini telah melampaui target awal 2025 yang dipatok sebesar 1,35 juta pengguna.
Strategi Akselerasi Pengguna Domain .ID menuju 1,5 Juta
Pandi telah menyiapkan tiga pilar strategi utama untuk memastikan pencapaian target Pandi 2026 tersebut. Peningkatan adopsi domain .id menjadi fokus penting, terutama pada kelompok pengguna yang masih minim digitalisasi.
John menegaskan bahwa ekspansi ke pasar luar negeri juga menjadi prioritas. Hal ini membutuhkan sinergi yang kuat dengan para registrar.
"Registrar memiliki peran yang sangat krusial," kata John. Mereka berfungsi sebagai garda terdepan dalam membuka kanal-kanal penjualan baru di pasar internasional.
Peran Krusial Registrar dalam Ekspansi Global
Untuk memperluas basis pengguna, Pandi meningkatkan kolaborasi dengan registrar. Optimalisasi program pemasaran dan akuisisi domain secara berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan.
Selain itu, Pandi berfokus memperkuat merek dan kepercayaan ekosistem layanan domain .id. Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan tata kelola, keamanan siber, dan keandalan sistem layanan domain.
Saat ini, Pandi mengelola beragam profil domain. Profil tersebut meliputi domain khusus seperti go.id, desa.id, sch.id, hingga inovasi domain beraksara Bali untuk IDN.
Dominasi Pasar dan Lonjakan Keuntungan Pandi
Pencapaian jumlah pengguna ini sejalan dengan peningkatan dominasi pangsa pasar domain .id di Indonesia. Domain .id menunjukkan pertumbuhan konsisten dalam lima tahun terakhir.
Pangsa pasar .id meningkat drastis, dari 36% pada Juli 2021 menjadi 58% pada Juli 2025. Peningkatan ini terjadi bersamaan dengan penurunan pangsa pasar domain generik gTLD seperti .com.
Data ini secara jelas menegaskan dominasi domain .id sebagai pilihan utama pengguna di pasar domestik. Penguatan posisi ini menjadi modal utama Pandi mencapai target Pandi 2026.
Di sisi finansial, Pandi berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan mereka meningkat dari Rp70 miliar pada 2024 menjadi Rp76,4 miliar pada 2025.
Pandi kini menargetkan pendapatan sebesar Rp82,5 miliar pada 2026. John Simanjuntak meyakini angka ini merupakan target yang realistis, didorong oleh pertumbuhan basis pengguna yang kuat.
Masa Depan Domain dan Identitas Digital Berbasis Blockchain
Pandi tidak hanya berfokus pada jumlah pengguna. Mereka juga menyiapkan strategi jangka panjang di bidang inovasi teknologi dan keamanan data.
Inisiatif Pandi kini mengarah pada pengembangan identitas digital. Pengembangan ini berbasis teknologi blockchain melalui dua platform utama: EID dan IDGEN.
Pengembangan EID dan IDGEN bertujuan mendukung implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Platform ini akan menekan penyalahgunaan identitas digital dan data kependudukan.
Dengan strategi ekspansif pada sektor UMKM dan penguatan fundamental sistem keamanan, Pandi optimis mampu meraih 1,5 juta pengguna domain sekaligus memperkuat posisi .id di kancah global.