0
News
    Home Berita E-Commerce Featured Romadhon Spesial

    Ramadan Digital 2026: Mengapa 88 Persen Konsumen Indonesia Lebih Suka Belanja Lewat Chat? - SindoNews

    5 min read

     

    Ramadan Digital 2026: Mengapa 88 Persen Konsumen Indonesia Lebih Suka Belanja Lewat Chat?


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Senin, 09 Februari 2026 - 13:29 WIB

    Pelaku UMKM bisa mengelola ratusan pesan pesanan hampers melalui antarmuka WhatsApp Business. Foto:

    JAKARTA - Di Indonesia, Ramadan bukan sekadar momentum spiritual, melainkan puncak siklus ekonomi tahunan yang paling masif.

    Memasuki Februari 2026, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai bersiap menghadapi anomali pasar: lonjakan permintaan yang ekstrem dalam durasi yang sangat singkat.

    Di tengah pergeseran perilaku belanja, perpesanan instan kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan infrastruktur transaksi yang menentukan hidup-matinya sebuah bisnis lokal.

    Data terbaru menunjukkan sebuah realitas pasar yang kuat; sebanyak 88 persen masyarakat Indonesia kini mengirimkan pesan kepada akun bisnis setiap minggunya.

    Angka ini mencerminkan tingginya ketergantungan konsumen pada interaksi langsung sebelum melakukan pembayaran, mulai dari sekadar bertanya stok hingga finalisasi pembelian hampers atau menu berbuka.

    “Ramadan menghadirkan peluang signifikan bagi pelaku UMKM. Namun, lonjakan pesanan menjelang waktu berbuka dan Idulfitri menuntut bisnis untuk bergerak lebih cepat,” tulis pernyataan resmi WhatsApp, Senin (9/2/2026).

    Ramadan Digital 2026: Mengapa 88 Persen Konsumen Indonesia Lebih Suka Belanja Lewat Chat?

    Logika yang dibangun adalah efisiensi; bisnis yang gagal merespons dalam hitungan menit di jam-jam krusial menjelang maghrib kemungkinan besar akan kehilangan calon pembeli yang beralih ke kompetitor.

    Hambatan utama UMKM saat Ramadan adalah pengelolaan volume pesan yang "berantakan". Untuk menjawab tantangan tersebut, WhatsApp Business menyodorkan 10 fitur strategis yang dirancang untuk meminimalkan human error dan memaksimalkan konversi penjualan.

    Pertama, pembangunan kredibilitas melalui Profil Bisnis yang lengkap dan pembaruan Jam Operasional. Di periode sibuk, pelanggan membutuhkan kepastian operasional yang sinkron dengan waktu ibadah.

    Kedua, fitur Pesan Otomatis—mencakup Salam Otomatis dan Pesan Tidak di Tempat—menjadi garda depan untuk menjaga ekspektasi pelanggan saat admin sedang beristirahat atau menyiapkan takjil.

    Ketiga, penggunaan Label (atau yang kini diperbarui sebagai Daftar) menjadi kunci logika manajemen stok. Fitur ini memungkinkan pelaku usaha mengelompokkan chat ke dalam kategori warna, seperti “Sudah Bayar – Siap Kirim” atau “Pertanyaan Hampers Lebaran”, sehingga prioritas pengiriman tidak terabaikan.

    Keempat, fitur Balas Cepat memangkas waktu ketik manual untuk pertanyaan repetitif mengenai harga dan estimasi pengiriman.

    Kelima, Katalog Digital di dalam chat berfungsi sebagai etalase instan yang mencegah konsumen keluar dari aplikasi, sehingga memperpendek customer journey. Hal ini diperkuat dengan keunggulan keenam, yakni penggunaan Status untuk menciptakan urgensi melalui promo kilat berdurasi terbatas.

    Ketujuh, penyederhanaan transaksi melalui Informasi Rekening Tersimpan yang dapat disalin-tempel oleh pelanggan dalam satu ketukan, meminimalkan kesalahan angka saat transfer.

    Kedelapan, integrasi Iklan yang Mengarahkan ke WhatsApp dari Facebook dan Instagram memungkinkan pengeluaran iklan terkonversi langsung menjadi percakapan personal.

    Kesembilan, di tengah maraknya penipuan digital, kehadiran Meta Verified menjadi faktor pembeda. Lencana terverifikasi di profil memberikan rasa aman bagi pelanggan baru yang hendak bertransaksi dalam jumlah besar.

    Terakhir, fitur Siaran Bisnis memungkinkan pelaku usaha menjangkau kembali basis pelanggan lama secara massal untuk menawarkan paket spesial Lebaran.

    Ramadan 2026 akan menjadi ujian bagi digitalisasi UMKM. Di pasar yang begitu dinamis seperti Indonesia, teknologi perpesanan bukan lagi tentang kecanggihan fitur, melainkan tentang seberapa manusiawi dan cepat sebuah bisnis dapat merespons kebutuhan pelanggan di sela-sela waktu ibadah mereka.

    (dan)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Siap-Siap, Konsumen...

    Siap-Siap, Konsumen Bisa Belanja Langsung Lewat WhatsApp

    Komentar
    Additional JS