Satelit Nusantara Lima (N5) Tiba di Orbit: Koneksi 160 Gbps Siap - Viva
- Satelit Nusantara Lima (Satelit N5) resmi mencapai orbit geostasioner 113° Bujur Timur.
- Satelit VHTS ini menawarkan kapasitas masif hingga 160 Gbps untuk konektivitas nasional.
- PSN menargetkan SNL memulai operasi penuh pada April 2026 setelah melewati fase pengujian 90 hari.
PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) sukses menorehkan pencapaian vital dalam penguatan infrastruktur digital Indonesia. Satelit Nusantara Lima (Satelit N5) kini resmi berada di orbit geostasioner pada posisi 113° Bujur Timur. Lokasi ini menempatkan satelit tepat di atas Pulau Kalimantan, berjarak sekitar 35.786 kilometer dari permukaan bumi. Keberhasilan krusial ini tercapai pada Kamis, 29 Januari 2026, setelah satelit menuntaskan proses manuver dorongan listrik yang kompleks, atau Electric Orbit Raising (EOR).
Pencapaian ini sekaligus menutup fase perjalanan Satelit N5 sejak peluncuran dari Cape Canaveral, Florida, AS, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX pada September 2025. Satelit N5 akan menjadi tulang punggung baru dalam upaya pemerataan akses internet berkecepatan tinggi di seluruh wilayah Indonesia.
Menguatkan Infrastruktur Satelit Nasional dengan Kapasitas VHTS
Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menegaskan pentingnya kehadiran Satelit N5. Beliau bersyukur SNL berhasil mencapai orbit 113° Bujur Timur sesuai rencana strategis PSN. Keberhasilan proses EOR secara teknis membuktikan kesiapan satelit untuk memasuki tahapan operasional berikutnya. PSN berkomitmen penuh menghadirkan konektivitas berkapasitas besar dan andal bagi Indonesia melalui proyek vital ini.
Satelit Nusantara Lima tergolong satelit jenis Very High Throughput Satellite (VHTS). Teknologi ini memungkinkannya menyediakan kapasitas masif, yaitu lebih dari 160 Gbps. Kapasitas tersebut jauh melampaui satelit konvensional yang ada saat ini.
Desain Teknis Satelit N5: Teknologi Generasi Baru
Satelit N5 menggunakan platform canggih Boeing 702MP. Satelit ini dirancang untuk beroperasi selama lebih dari 15 tahun. SNL dilengkapi 101 spot beam Ka-band. Konfigurasi ini menjamin sinyal kuat dan stabil dapat menjangkau seluruh kepulauan Indonesia.
PSN juga melengkapi Satelit N5 dengan teknologi digital payload. Fitur ini memungkinkan pengelolaan lalu lintas data dilakukan secara lebih fleksibel dan efisien.
Fase Krusial Pengujian dan Integrasi Jaringan Stasiun Bumi
Meskipun sudah berada di orbit, Satelit Nusantara Lima belum langsung beroperasi. Satrio Adiwicaksono, Project Director SNL sekaligus Direktur Teknologi PSN, menjelaskan tahapan selanjutnya. Satelit kini memasuki fase pengujian atau In-Orbit Test (IOT).
Proses IOT ini sangat penting. Tim teknis akan memverifikasi kesehatan dan performa seluruh sistem satelit pascapeluncuran. Verifikasi juga mencakup integrasi sempurna dengan jaringan ruas atau stasiun bumi di darat.
Tahapan pengujian IOT ini akan berlangsung selama kurang lebih 90 hari. Setelah proses IOT selesai, SNL akan dilanjutkan dengan spacecraft handover. Tahap ini merupakan serah terima operasional satelit dari Boeing kepada tim operasional SNL.
Untuk mendukung layanan optimal Satelit N5, PSN telah menyiapkan tujuh stasiun bumi (gateway) vital. Stasiun-stasiun bumi tersebut tersebar strategis di Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan.
Mendorong Akselerasi Transformasi Digital Nasional
PSN menargetkan Satelit Nusantara Lima mulai beroperasi penuh pada April 2026. Operasional penuh ini diproyeksikan dapat secara signifikan mendukung kebutuhan komunikasi data berkapasitas besar. Lebih lanjut, SNL diharapkan mempercepat transformasi digital, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.
Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memberikan pandangan positif terhadap proyek ini. Ia menilai keberadaan Satelit N5 berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional. Akselerasi ini tercapai melalui pemerataan akses internet. Dengan jangkauan 101 spot beam, konektivitas berkualitas tinggi akan menjangkau hingga wilayah pelosok yang selama ini sulit terjamah jaringan darat. Kehadiran Satelit Nusantara Lima menjadi langkah nyata Indonesia mewujudkan kedaulatan digital.