0
News
    Home Featured Kesehatan Spesial

    Teknologi Bedah Jantung Minim Sayatan, Harapan Baru Pemulihan Lebih Cepat - Viva

    5 min read

     

    Teknologi Bedah Jantung Minim Sayatan, Harapan Baru Pemulihan Lebih Cepat

    Jakarta, VIVA – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Angka kejadiannya terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat dan bertambahnya usia populasi. 

    Begini Bukti Keseriusan dan Persiapan Klinik Rutan Muntok Jadi Mitra BPJS

    Pemerataan akses layanan bedah jantung di Indonesia masih menjadi tantangan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga akhir 2022 hanya sembilan provinsi yang memiliki kemampuan melakukan operasi bypass jantung. Scroll lebih lanjut yuk!

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Kondisi tersebut menyebabkan antrean pasien di sejumlah fasilitas kesehatan dapat mencapai 6 hingga 18 bulan. Pemerintah pun menargetkan agar pada tahun 2027 seluruh provinsi di Indonesia mampu melakukan operasi bypass jantung sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan jantung nasional.

    Anggota DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah oleh Prosedur Administratif

    Sementara itu, dr. Arina Yuli Roswitati, MS., MARS, menegaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan membutuhkan kesiapan layanan yang menyeluruh serta berkesinambungan.

    “Penguatan layanan jantung tidak hanya berfokus pada tindakan operatif, tetapi juga pada deteksi dini, kesinambungan perawatan, serta edukasi pasien agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Melalui pengembangan layanan jantung di Mitra Keluarga, khususnya di Mitra Keluarga Kelapa Gading, kami berupaya menjawab kebutuhan tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung,” tutur Direktur Regional Mitra Keluarga Group, dr. Arina Yuli Roswitati, MS., MARS.

    Risiko Dengue Meningkat Saat Hujan, Upaya Pencegahan Harus Diperkuat

    Untuk mengatasi masalah penyakit jantung, program unggulan MICRO™ (Minimal Invasive Cardiac Surgery with Rapid Recovery) diluncurkan. Program ini merupakan protokol bedah jantung terintegrasi yang mengombinasikan teknik sayatan minimal, pemanfaatan teknologi modern, visualisasi presisi tinggi, serta pendekatan pemulihan cepat.

    “Program ini dirancang untuk meminimalkan trauma operasi, memperpendek lama rawat inap, mengurangi nyeri, mempercepat mobilisasi pasien, menurunkan risiko komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pascaoperasi. Melalui MICRO™, pasien bypass jantung tidak lagi harus menghadapi ketakutan akan operasi besar dan masa pemulihan yang panjang seperti pada metode konvensional. Ini juga menjadi simbol evolusi layanan bedah jantung Mitra Keluarga menuju standar internasional,” jelas dr. Ronald Reagan, MM., MARS, Direktur Mitra Keluarga Kelapa Gading.

    Di tengah tantangan tersebut, RS Mitra Keluarga Kelapa Gading menegaskan perannya dalam menghadirkan solusi layanan jantung modern dengan menggelar acara inaugurasi atas pencapaian lebih dari 100 tindakan MICS-CABG (Minimally Invasive Coronary Artery Bypass Grafting) atau bypass jantung minimal invasif yang berhasil dilakukan dalam kurun waktu kurang dari 10 bulan.

    Pencapaian ini menempatkan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading sebagai salah satu pusat layanan bedah jantung minimal invasif terdepan di Indonesia. Hal tersebut sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan yang lebih aman, presisi, dan berorientasi pada pemulihan cepat sesuai standar global.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan capaian angka tindakan medis, tetapi juga menunjukkan konsistensi rumah sakit dalam menjaga kualitas layanan dan keselamatan pasien. Lebih dari 100 pasien telah memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendekatan bedah jantung dengan sayatan minimal, yang memungkinkan proses pemulihan lebih singkat serta hasil pascaoperasi yang lebih optimal.

    “Pencapaian ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar jumlah tindakan medis. Bukan tentang angka 100. Ini tentang 100 keluarga yang kembali lengkap, 100 harapan yang pulih, dan 100 kehidupan yang diberi kesempatan kedua. Keberhasilan ini adalah komitmen kami untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ujar dr. Reagan.


    Komentar
    Additional JS