Telegram Benar-benar Mengadopsi Estetika “Liquid Glass” ala iOS - Nesaba
Telegram Benar-benar Mengadopsi Estetika “Liquid Glass” ala iOS

Nesabamedia—Aplikasi perpesanan Telegram baru saja meluncurkan pembaruan desain besar-besaran untuk platform Android, yang sepenuhnya mengadopsi bahasa desain “Liquid Glass” yang dipopulerkan oleh Apple.
Pembaruan ini, yang tersedia dalam Telegram for Android v12.4.0 dan sedang di-roll out melalui Play Store, menghadirkan perubahan visual yang sangat signifikan di seluruh antarmuka pengguna (UI).
Perubahan paling mencolok adalah pergantian struktur navigasi. Menu hamburger samping (side menu) yang ikonik telah dihapus sepenuhnya.
Sebagai gantinya, Telegram kini menggunakan bottom bar dengan empat tab yang sangat mirip dengan pola navigasi pada iOS. Keempat tab tersebut adalah untuk Chats, Contacts, Settings, dan Profile. Bottom bar ini tetap terlihat dan tidak menghilang meskipun pengguna menggulir layar.
Elemen transparan dan efek kaca (glassmorphism) yang menjadi ciri khas Liquid Glass juga diaplikasikan secara luas, terutama terlihat jelas dalam mode tema terang (light mode) aplikasi.
Meskipun tidak persis sama dengan implementasi di iOS, inspirasinya sangat terasa. Fitur-fitur yang sebelumnya bersembunyi di menu samping, seperti “New Group”, kini dapat ditemukan dalam menu overflow (tiga titik vertikal) di pojok kanan atas layar obrolan.
Redesain ini merupakan kelanjutan dari pembaruan Oktober/November 2025 yang mulai memperkenalkan elemen Liquid Glass secara bertahap. Telegram sendiri telah lebih dulu meluncurkan dukungan penuh untuk Liquid Glass di aplikasi iOS-nya pada awal Januari 2026.
Langkah pada Android ini menunjukkan komitmen Telegram untuk menyelaraskan pengalaman visual di kedua platform utama, meskipun berisiko mengaburkan identitas desain Material Design khas Android.
Namun, tidak semua pengguna menyambut baik perubahan ini. Reaksi komunitas pengguna Android terhadap desain baru ini dilaporkan tidak sepenuhnya positif.
Banyak yang merasa kehilangan efisiensi navigasi dari menu samping yang dapat diakses dengan jangkauan jempol, atau sekadar tidak menyukai estetika yang dianggap terlalu mengikuti iOS. Pembaruan ini membuka debat lama antara konsistensi platform versus identitas merek aplikasi yang independen.





