Anak 12 Tahun Disebut Bisa Ikut Perang Iran, Netizen Tanya Grok - detik
Anak 12 Tahun Disebut Bisa Ikut Perang Iran, Netizen Tanya Grok
Iran disebutkan mengumumkan bahwa anak berusia 12 tahun sudah dapat berpartisipasi dalam perang. Netizen di media sosial pun mempertanyakan kebenaran kabar tersebut.
Melansir Iran International, Minggu (29/3/2026), Garda Revolusi Iran mengatakan usia minimum untuk berpartisipasi dalam peran pendukung terkait perang telah diturunkan menjadi 12 tahun, menurut pernyataan yang disiarkan di media pemerintah.
Rahim Nadali, seorang pejabat budaya di Garda Revolusi di Teheran, menyebut sebuah inisiatif yang disebut 'Untuk Iran' sedang merekrut peserta untuk membantu kegiatan seperti patroli, pos pemeriksaan, dan logistik.
"Mengingat usia mereka yang mengajukan diri telah menurun dan mereka meminta untuk ikut serta, kami menurunkan usia minimum menjadi 12 tahun," katanya.
Pengumuman tersebut pun menghidupkan kembali kekhawatiran tentang penggunaan anak di bawah umur dalam perang. Selama protes tahun 2022 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan anak-anak dan remaja dalam seragam bergaya militer dan perlengkapan pelindung. Foto tersebut sontak menuai kritik dari para pembela hak anak.
Sementara itu, di media sosial X, orang-orang mempertanyakan soal kebenaran isu tersebut. Bahkan ada yang meminta verifikasi dari chatbot milik Elon Musk, Grok.
"@grok seberapa benar berita ini?" @samuelkolapo penasaran.
"Laporan ini akurat," timpal Grok sembari menjelaskan lebih lanjut.
"@grok sumbernya?" netizen membalas cuitan yang memberitakan kabar tersebut. Grok kemudian menjawab.
"Sumber: Pejabat IRGC Rahim Nadali (departemen kebudayaan Teheran) di media pemerintah Iran, untuk inisiatif 'Untuk Iran' (patroli/pos pemeriksaan/dukungan logistik)," begitu potongannya.
"@grok seberapa kredibelnya laporan ini, dan apakah sumber terverifikasi yang mengonfirmasi IRGC telah menurunkan batas usia 12 tahun untuk mendukung perang, atau ini berdasarkan pesan yang tidak terverifikasi atau dikendalikan?" tanya yang lain.
Lagi-lagi, Grok menjawab bahwa laporan ini dapat dipercaya dan berdasarkan pernyataan resmi dari IRGC.
"Ini sesuai dengan liputan dari Iran International (mengutip siaran tersebut), Israel Hayom, India TV, dan lainnya. Ini adalah pesan dari rezim itu sendiri, bukan rumor yang belum terverifikasi. Usia wajib militer standar tetap 18 tahun," imbuhnya.