0
News
    Home Australia Austria Berita Dunia Internasional Featured Internet Media Sosial Spesial

    Ikuti Jejak Australia, Austria Bakal Larang Anak di Bawah 14 Tahun Main Medsos - Kompas

    6 min read

     

    Ikuti Jejak Australia, Austria Bakal Larang Anak di Bawah 14 Tahun Main Medsos

    WINA, KOMPAS.com – Pemerintah Austria pada Jumat (27/3/2026) mengumumkan rencana melarang penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 14 tahun.

    Kebijakan ini menjadikan Austria sebagai salah satu negara terbaru yang mengikuti tren global dalam membatasi akses digital bagi pengguna muda.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Pemerintah menilai risiko media sosial terhadap anak selama ini terlalu lama diabaikan. Rancangan undang-undang terkait kebijakan ini ditargetkan selesai pada akhir Juni.

    Baca juga: Perancis Bakal Larang Anak-anak di Bawah 15 Tahun Main Medsos Mulai September 2026

    Kekhawatiran dampak media sosial pada anak

    Wakil Kanselir Andreas Babler menegaskan urgensi kebijakan tersebut dalam konferensi pers.

    AS Bakal Tarik 1.000 Tentara dari Suriah, Fokus Pasukan Geser ke Iran?

    “Hari ini adalah hari yang baik bagi anak-anak di negara kita,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa risiko media sosial telah “diabaikan terlalu lama.”

    Menurut Babler, pemerintah tidak akan lagi tinggal diam atas dampak negatif penggunaan media sosial.

    “Kami tidak akan lagi membiarkan platform-platform ini membuat anak-anak kita kecanduan dan, dalam banyak kasus, sakit,” tegasnya.

    Dampak negative yang dimaksud termasuk paparan standar kecantikan yang tidak realistis, glorifikasi kekerasan, hingga misinformasi dan manipulasi.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Skema larangan

    Rencana ini akan dituangkan dalam rancangan undang-undang oleh koalisi tiga partai yang terdiri dari Partai Rakyat Austria (OVP), Partai Sosial Demokrat (SPO), dan NEOS.

    Namun, aturan ini masih memerlukan persetujuan parlemen sebelum bisa diterapkan.

    Pejabat digitalisasi di kantor Kanselir Alexander Proll menjelaskan bahwa pemerintah akan menggunakan metode modern untuk memverifikasi usia pengguna.

    “Metode teknis modern akan digunakan untuk memverifikasi usia, yang memungkinkan pengguna membuktikan umur mereka sambil tetap menghormati privasi,” ujarnya.

    Meski demikian, rincian teknisnya masih belum difinalisasi. Pemerintah juga menegaskan tidak akan membuat daftar platform yang dilarang secara spesifik, melainkan memberlakukan batasan usia secara umum terhadap platform yang menggunakan algoritma adiktif, berorientasi profit, dan berpotensi membahayakan anak.

    Baca juga: Uang Rp 177 Juta Hilang Usai Pamer di Medsos, Tinggal Sisa Rp 12.000

    Pendidikan literasi digital diperkuat

    Selain larangan, pemerintah Austria juga berencana memperkenalkan mata pelajaran baru di sekolah untuk meningkatkan literasi media di kalangan anak muda.

    Program ini juga akan mencakup pemahaman tentang kecerdasan buatan (AI) dan cara menghadapi konten digital secara kritis.

    Langkah ini diharapkan menjadi pendekatan komprehensif, tidak hanya membatasi akses tetapi juga membekali anak dengan kemampuan menghadapi dunia digital.

    Ikuti tren global

    Kebijakan Austria sejalan dengan tren internasional. Australia sebelumnya menjadi negara pertama yang melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial pada 2024. Sementara itu, Indonesia juga mulai menerapkan kebijakan serupa.

    Di Eropa, Perancis telah menyetujui larangan untuk anak di bawah 15 tahun, Spanyol merencanakan batas usia 16 tahun, dan Denmark menetapkan pembatasan untuk usia di bawah 15 tahun. Pemerintah Inggris juga tengah mempertimbangkan langkah serupa.

    Selain itu, Parlemen Uni Eropa bahkan mengusulkan usia minimum 16 tahun untuk akses media sosial secara luas, dengan pengecualian bagi anak usia 13–16 tahun yang mendapat izin orang tua.

    Baca juga: Beragam Respons Remaja Australia Sebulan Setelah Larangan Bermain Medsos

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS