0
News
    Home Berita Featured Meta Spesial

    Meta PHK 700 Karyawan, Bersamaan Siapkan Bonus Rp 15 Triliun untuk Bos - Kompas

    6 min read

     

    Meta PHK 700 Karyawan, Bersamaan Siapkan Bonus Rp 15 Triliun untuk Bos



    KOMPAS.com - Meta, induk perusahaan Facebook, WhatsApp, dan Instagram,kembali memangkas sekitar 700 karyawan di tengah fokus besar perusahaan ke teknologi kecerdasan buatan (AI).

    PHK yang diumumkan pada Rabu (25/3/2026) dan menjadi bagian terbaru dari gelombang pemangkasan tenaga kerja di industri teknologi. 

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Pemangkasan terhadap ratusan karyawan Meta tersebut berdampak pada sejumlah tim, mulai dari Reality Labs, Facebook, operasional global, rekrutmen, hingga penjualan. 

    Divisi Reality Labs sendiri sebelumnya juga telah mengalami pemangkasan sekitar 10 persen pada Januari lalu, seiring pergeseran fokus Meta dari pengembangan Metaverse ke teknologi AI. 

    Situasi Teheran Iran di Tengah Perang, Pasukan Bersenjata Siaga

    "Tim di seluruh Meta secara rutin melakukan restrukturisasi atau perubahan untuk memastikan berada dalam posisi terbaik untuk mencapai tujuan," demikian pernyataan juru bicara Meta. 

    "Jika memungkinkan, kami juga mencari peluang lain bagi karyawan terdampak," tambahnya. 

    Dari total 700 karyawan Meta yang di-PHK, belum diketahui secara pasti berapa jumlah karyawan yang terdampak yang berasal dari wilayah Bay Area. 

    Namun sebelumnya, perusahaan telah mengajukan dokumen yang menunjukkan bahwa PHK terjadi di sejumlah lokasi kantor di California, termasuk Menlo Park, Sunnyvale, dan Burlingame.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Baca juga: Meta Mulai Gantikan Moderator Manusia dengan AI

    Sebagai informasi, jumlah keseluruhan tenaga kerja Meta per akhir 2025 ini tercatat mencapai sekitar 79.000 karyawan, sebagaimana dikutip KompasTekno dari NewYorkTimes.

    Eksekutif dapat insentif jumbo

    Di tengah keputusan pengurangan ratusan tenaga kerja tersebut, Meta justru menyiapkan program insentif saham bernilai besar untuk jajaran eksekutifnya. 

    Kurang dari 24 jam sebelum PHK diumumkan, perusahaan memperkenalkan skema baru yang memungkinkan para bos Meta memperoleh opsi saham tambahan bernilai hingga 921 juta dollar AS (sekitar Rp 15 triliun). 

    Insentif ini akan diberikan apabila Meta berhasil mencapai target pertumbuhan tertentu, termasuk ambisi menjadi perusahaan dengan valuasi hingga 9 triliun dollar AS (sekitar Rp 15,37 kuadriliun) pada 2031 mendatang.

    Baca juga: Proyek Metaverse Tamat, Meta Tutup Dunia VR Horizon Worlds

    Jajaran eksekutif yang akan mendapatkan bonus jumbo tersebut yaitu Chief Technology Officer, Chief Product Officer, Chief Financial Officer, Chief Operating Officer, Vice President dan Vice Chairman, serta Chief Legal Officer. 

    Mark Zuckerberg sendiri, yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), dilaporkan tidak menerima opsi saham baru dalam program tersebut.

    Adapun opsi saham tambahan ini menjadi kali pertama Meta memberikan insentif kepada eksekutifnya sejak perusahaan melantai di bursa pada 2012. Saat itu, perusahaan yang berbasis di California, AS ini masih bernama Facebook. 

    Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT

    Dalam pernyataannya, Meta menyebut program pemberian saham tambahan ini dirancang untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah persaingan teknologi AI, sekaligus memberikan insentif bagi para eksekutif. 

    Fokus besar ke AI

    Mark Zuckerberg sebelumnya sudah menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI akan mengubah cara kerja perusahaan secara signifikan.

    Menurutnya, kehadiran teknologi ini memungkinkan lebih sedikit karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tim besar. 

    Baca juga: Threads Sesumbar Dapat 1 Juta Pengguna Baru Tiap Hari

    "Saya pikir 2026 akan menjadi tahun di mana AI mulai secara drastis mengubah cara kita bekerja," ujar Zuck dalam rapat panggilan investor pada Januari lalu. 

    Tidak tanggung-tanggung, demi mengadopsi teknologi ini, Meta bahkan berencana menggelontorkan belanja modal hingga 115 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.959 triliun) untuk pengembangan AI dan pembangunan pusat data. 

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS