Rudal Iran Membabi Buta! Volkswagen Berniat Produksi Iron Dome - SindoNews
Rudal Iran Membabi Buta! Volkswagen Berniat Produksi Iron Dome
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Minggu, 29 Maret 2026 - 11:17 WIB
Volkswagen Berniat Produksi Iron Dome. Foto /yenisafak
TEHERAN - Volkswagen dilaporkan sedang mempertimbangkan langkah yang tidak biasa di mana salah satu pabriknya di Jerman dapat diubah untuk memproduksi komponen untuk sistem pertahanan rudal tersebut.
Menurut laporan media internasional, produsen mobil Jerman tersebut saat ini sedang bernegosiasi dengan Rafael Advanced Defense Systems, sebuah perusahaan pertahanan milik pemerintah Israel, untuk menggunakan pabriknya di Osnabrück sebagai lokasi produksi komponen pendukung untuk sistem Iron Dome.
Seperti dilansir dari CarExpert, yang diusulkan bukanlah produksi rudal langsung di pabrik tersebut.
Sebaliknya, fasilitas Osnabrück dikatakan akan digunakan untuk memproduksi komponen pendukung seperti peluncur, generator listrik, dan truk berat yang digunakan untuk mengangkut sistem tersebut.
Produksi rudal sebenarnya membutuhkan fasilitas yang jauh lebih khusus dan akan dilakukan di lokasi lain.
Pabrik T-Roc Cabriolet Mungkin Terselamatkan
Saat ini, pabrik Osnabrück masih memproduksi Volkswagen T-Roc Cabriolet dan produksi model tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga sekitar tahun 2027.
Volkswagen T-Roc Cabriolet
Sebelumnya, pabrik yang sama juga memproduksi Porsche 718 Boxster dan Cayman, tetapi produksi kedua model tersebut telah dihentikan.
Dengan masa depan pabrik yang sebelumnya sering dikaitkan dengan kemungkinan penutupan, kerja sama yang diusulkan di sektor pertahanan ini dapat menjadi penyelamat utama bagi fasilitas tersebut.
Jika rencana tersebut disetujui oleh para pekerja dan semua pihak yang terlibat, proses perubahan fungsi pabrik diperkirakan akan memakan waktu sekitar 12 hingga 18 bulan.
Langkah ini juga berpotensi menyelamatkan sekitar 2.300 pekerjaan di fasilitas tersebut.
Dalam kondisi industri otomotif Eropa yang semakin menantang, angka tersebut memang cukup besar.
Volkswagen saat ini sedang mengalami masa sulit, termasuk melambatnya penjualan di Tiongkok, pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang kurang dari perkiraan, dan ketidakpastian tarif di Amerika Serikat.
Bahkan, awal bulan ini perusahaan juga mengumumkan bahwa laba tahunan mereka turun sebesar 53 persen.
Pada saat yang sama, Volkswagen juga berencana untuk memangkas hingga 50.000 pekerjaan pada tahun 2030, naik dari target awal sekitar 35.000 posisi yang diumumkan beberapa tahun lalu.
Rencana tersebut juga dilaporkan mendapat dukungan dari pemerintah Jerman, yang saat ini secara aktif mendorong investasi asing untuk memperkuat sektor manufaktur negara tersebut.
Namun, Volkswagen sendiri belum mengkonfirmasi keputusan akhir apa pun.
Seorang juru bicara perusahaan dilaporkan mengatakan bahwa Volkswagen memang sedang berdiskusi dengan berbagai pihak mengenai masa depan fasilitas tersebut, tetapi sejauh ini belum ada keputusan atau kesimpulan resmi.
Pabrik Osnabrück sebenarnya memiliki sejarah yang panjang.
Pabrik ini pertama kali dibuka pada tahun 1874 untuk memproduksi gerbong sebelum diambil alih oleh Karmann pada tahun 1901.
Sebagai produsen kontrak yang terkenal, Karmann telah membangun model untuk berbagai merek besar seperti Mercedes-Benz, Nissan, Renault, Triumph, BMW, dan bahkan Volkswagen di fasilitas ini.
Setelah Karmann bangkrut pada tahun 2010, Volkswagen mengambil alih pabrik tersebut.
Jika kolaborasi ini menjadi kenyataan, ini bukanlah pertama kalinya Volkswagen dikaitkan dengan produksi terkait pertahanan.
Hal ini karena divisi truk MAN milik Volkswagen memang terlibat dalam produksi kendaraan militer melalui kemitraan dengan perusahaan pertahanan Jerman, Rheinmetall.
Dalam konteks saat ini, langkah seperti itu juga menunjukkan bagaimana produsen otomotif Eropa kini semakin terbuka untuk mendiversifikasi operasi mereka, terutama karena permintaan pasar global semakin tidak pasti.
Iron Dome adalah sistem pertahanan udara jarak pendek yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan mencegat roket atau rudal jarak pendek.
Sistem ini dikembangkan oleh Rafael bersama Israel Aerospace Industries dan telah banyak digunakan oleh Israel untuk mempertahankan area tertentu dari ancaman serangan jarak dekat.
Jika proyek ini berjalan, ini akan menjadi salah satu perkembangan paling luar biasa dalam industri otomotif Eropa ketika sebuah pabrik mobil berpotensi diubah menjadi pusat produksi komponen pertahanan berteknologi tinggi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran