0
News
    Home Apple Berita Featured Spesial

    50 Tahun Apple: Ditolak 5 Kali, Bangkit, Ubah Dunia Teknologi - det8k

    7 min read

     

    50 Tahun Apple: Ditolak 5 Kali, Bangkit, Ubah Dunia Teknologi

    Adi Fida Rahman - detikInet


    50 Tahun Apple: Ditolak 5 Kali, Bangkit, Ubah Dunia Teknologi Foto: Phone Arena

    Jakarta -

    Lima puluh tahun lalu, Steve Wozniak datang ke atasannya di Hewlett-Packard membawa sebuah ide besar: komputer pribadi. Hasilnya? Ditolak lima kali berturut-turut.

    "Lima kali mereka menolakku untuk komputer pribadi itu. Aku ingin HP yang mengerjakannya. Aku mencintai perusahaanku, tapi kemudian aku dan Steve Jobs harus berbisnis sendiri," kenang Wozniak dilansir The Times.

    Keputusan itu mengubah sejarah teknologi dunia.

    Pada 1 April 1976, Wozniak dan Jobs-keduanya masih berusia 20-an-bersama Ron Wayne mendirikan Apple di garasi keluarga Jobs. Tak ada yang menyangka bahwa perusahaan kecil itu kelak akan menjadi salah satu yang paling berharga dan berpengaruh di muka bumi.

    Dari Garasi ke Perusahaan Senilai Rp 64 Triliun

    Kini, tepat di usia ke-50, Apple telah berubah menjadi raksasa yang sulit dibayangkan skalanya. Nilai pasarnya menembus USD 3,5 triliun atau kisaran Rp 64 triliun.

    Ini menjadikannya perusahaan terbesar kedua di dunia setelah Nvidia. Pada tahun fiskal yang berakhir September lalu, Apple membukukan pendapatan USD 416 miliar (Rp 6.656 triliun) dengan laba bersih USD 112 miliar (Rp 1.792 triliun).

    Steve WozniakPapan sirkuit pertama buah kolaborasi duo Steve Foto: Apple

    Lebih dari 2,5 miliar perangkat Apple aktif digunakan di seluruh dunia saat ini. Kantor pusatnya yang berbentuk cincin raksasa berdiri megah di Cupertino, California, dengan sekitar 166.000 karyawan.

    "Apple bukan sekadar perusahaan teknologi. Ini benar-benar ikon budaya," kata Jacob Bourne, analis teknologi dari eMarketer dikutip dari LA Times.

    Ujian Berat yang Membentuk Apple

    Jalan menuju puncak tak selalu mulus. Pada 1985, Jobs justru hengkang dari Apple setelah berkonflik dengan dewan direksi dan CEO saat itu, John Sculley. Di era 1990-an, Apple memecat sepertiga karyawannya dan nyaris bangkrut.

    Jobs akhirnya kembali-dan menyelamatkan perusahaan yang ia dirikan.

    Puncak kebangkitan Apple datang pada 2007, ketika iPhone diluncurkan dan mengubah industri smartphone selamanya. BlackBerry dan para pesaing lain tersapu gelombang yang tak terbendung itu.

    Steve Jobs mudaSteve Jobs muda Foto: Internet

    Namun ujian terberat datang pada 2011. Jobs meninggal dunia akibat kanker pankreas di usia 56 tahun, meninggalkan tanda tanya besar soal masa depan Apple.

    Tongkat estafet pun beralih ke tangan Tim Cook, yang resmi ditunjuk sebagai CEO pada 24 Agustus 2011 - hanya enam minggu sebelum Jobs meninggal dunia.

    Di awal masa kepemimpinannya, ketika Apple belum meluncurkan produk baru sama sekali, dunia bisnis dan teknologi terbelah: apakah manajer andal seperti Cook bisa sesukses Jobs yang penuh karisma dalam meneruskan tradisi inovasi Apple? Banyak yang khawatir Cook tidak memiliki gaya visioner yang berani seperti Jobs.

    Cook sendiri mengakui ia tidak sepenuhnya siap. "Saya belajar perbedaan nyata antara persiapan dan kesiapan," ujarnya.

    Namun keraguan itu perlahan terbantahkan. Cook mungkin tidak menandingi visi Jobs, tapi ia dijuluki sebagai maestro dalam operasi bisnis.

    CUPERTINO, CA - SEPTEMBER 09:  Apple CEO Tim Cook shows off the new iPhone 6 and the Apple Watch during an Apple special event at the Flint Center for the Performing Arts on September 9, 2014 in Cupertino, California. Apple is expected to unveil the new iPhone 6 and wearble tech.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)Tim Cook membawa Apple menjadi raksasa teknologi (Photo by Justin Sullivan/Getty Images) Foto: GettyImages/Justin Sullivan

    Gaya kepemimpinannya jauh berbeda dari pendahulunya - lebih tenang, kolaboratif, dan tidak suka campur tangan berlebihan dalam detail teknis produk.

    Hasilnya berbicara sendiri. Sejak mengambil alih pada 2011 hingga 2020, Cook berhasil menggandakan pendapatan dan laba Apple, sementara nilai pasar perusahaan melonjak dari USD 348 miliar menjadi USD 1,9 triliun. Hingga kini, kapitalisasi pasar Apple terus meroket menyentuh Rp 64 triliun.

    Di bawah Cook pula, Apple memperluas cakrawalanya - meluncurkan Apple Watch pada 2015, menghadirkan layanan streaming Apple TV+, hingga membangun ekosistem layanan yang kini menjadi mesin pendapatan baru perusahaan.


    Komentar
    Additional JS