Alasan Steam Cabut Rating IGRS Usai Ditegur Komdigi April 2026 - Inilah
Alasan Steam Cabut Rating IGRS Usai Ditegur Komdigi April 2026

IGRS di Steam tuai kontroversi. (Foto: X/@RRdelusi)
Polemik kacaunya klasifikasi umur gim di platform Steam akhirnya menemui titik terang. Kementerian Komunikasi dan Digital (komdigi) mengungkapkan bahwa pihak Steam telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi terkait penayangan label Indonesia Game Rating System (IGRS) yang memicu gelombang protes dari komunitas gamer dan pengembang gim di Indonesia.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa insiden pelabelan yang keliru tersebut—seperti gim dewasa yang dilabeli usia 3+—murni disebabkan oleh miskomunikasi internal di pihak penyedia platform distribusi digital tersebut.
"Jadi, tadi pagi mereka (Steam) mengirim email minta maaf karena ada miskomunikasi," ungkap Sonny di Kantor komdigi, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Sonny membeberkan bahwa Steam sebenarnya masih dalam tahap uji coba implementasi rating IGRS. Sayangnya, ada satu prosedur penting yang dilewati oleh pihak Steam sebelum sistem penilai mandiri (self-declare) tersebut diluncurkan ke publik.
"Jadi ada satu step yang mereka lewatkan. Harusnya kirim report ke kita, kita baru green light (berikan lampu hijau) untuk mereka naikkan uji cobanya," tegasnya.
Label IGRS Dicabut Sementara
Menyusul teguran keras dari pemerintah dan protes masif dari publik, Steam kini telah mencabut seluruh label IGRS yang sempat beredar di platform mereka. Saat ini, etalase gim di Steam telah kembali menggunakan label rating internasional.
Menurut Sonny, penetapan klasifikasi gim di Indonesia tidak bisa dilakukan secara otomatis hanya bermodalkan survei pengembang, melainkan harus melewati sinkronisasi standar logika rating antara platform dan Kemkomdigi. Ia juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada Nota Kesepahaman (MoU) resmi maupun integrasi sistem API antara pemerintah dengan Steam terkait penerapan IGRS.
"Kalau di negara-negara lain itu modelnya mereka sudah mature (matang), bisa langsung naik. Kalau di kita kan memang ada rating logic yang harus disinkronisasikan," tambah Sonny.
Pernyataan ini sekaligus meredakan kepanikan di industri gim Tanah Air. Sebelumnya, implementasi prematur IGRS di Steam telah menyebabkan kekacauan massal. Gim naratif hingga gim bermuatan kritik politik terancam diblokir (Refused Classification), sementara gim bermuatan kekerasan atau konten seksual justru lolos dengan label aman untuk anak balita.
Kisruh ini sempat menuai kritik tajam dari berbagai pihak, mulai dari CEO Toge Productions Kris Antoni yang mengancam akan memindahkan perusahaannya ke luar negeri, komunitas media seperti DirektoriGim, hingga mantan Mendikbud Anies Baswedan yang mengingatkan agar sistem rating tidak dijadikan instrumen sensor buta oleh negara.
Sembari menunggu sistem terintegrasi secara sempurna, masyarakat dan orang tua kembali diimbau untuk merujuk pada basis data situs web resmi di igrs.id guna memastikan kelayakan usia sebuah gim.