0
News
    Home Artemis II Berita Dunia Internasional Featured Spesial

    Astronaut Artemis II Bersiap Hadapi Tantangan Suhu Ekstrem di Atmosfer - Asatunews

    3 min read

      

    Astronaut Artemis II Bersiap Hadapi Tantangan Suhu Ekstrem di Atmosfer

    Empat astronaut yang mengelilingi Bulan dalam misi Artemis II NASA akan segera kembali ke Bumi. Salah satu tahapan paling berbahaya dan menegangkan dalam misi ini masih menanti mereka, yakni fase masuk kembali ke atmosfer.

    Proses masuk kembali ke atmosfer selalu menjadi salah satu bagian berisiko tinggi bagi wahana antariksa. Kapsul dapat terpapar suhu mencapai sekitar 2.760 derajat Celcius selama proses ini. Namun, perisai panas kapsul Orion, yang merupakan lapisan perlindungan termal vital, diketahui memiliki kelemahan desain.

    Misi ini menandai kali pertama kapsul Orion membawa manusia, sehingga setiap detail pendaratan menjadi krusial. Ketika kapsul kru Orion kembali ke Bumi pada hari Jumat, diperkirakan akan menghantam lapisan atmosfer pada ketinggian sekitar 120 kilometer di atas Samudra Pasifik.

    Kapsul tersebut akan melaju dengan kecepatan luar biasa, mencapai 38.624 kilometer per jam. Dalam hitungan detik, suhu pada perisai panas berdiameter 5 meter itu akan melonjak hingga 2.760 derajat Celcius, yang setara dengan setengah panas permukaan Matahari.

    Perisai panas ini akan memperlambat kapal secara drastis dalam sebuah fenomena yang tampak seperti bola api bermuatan listrik akibat gesekan atmosfer. Keempat astronaut, yaitu komandan Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronaut Kanada Jeremy Hansen, sepenuhnya mengandalkan perisai ini untuk keselamatan mereka hingga pendaratan di perairan lepas pantai California dengan bantuan parasut.

    Meskipun ada masalah besar pada perisai panas yang terdeteksi saat penerbangan uji coba Artemis I tanpa awak pada tahun 2022, para kru dan manajer misi menyatakan keyakinan penuh. Saat itu, material Avcoat yang membentuk perisai mengalami keretakan di bawah permukaan.

    Amit Kshatriya, administrator asosiasi NASA, menyatakan keyakinannya pada sistem yang ada. "Kami memiliki keyakinan tinggi pada sistem ini, pada perisai panas, parasut, dan sistem pemulihan yang kami rakit," ujarnya, seperti dikutip dari Detik iNET.

    Kshatriya menambahkan bahwa rekayasa teknis, data penerbangan Artemis I, semua pengujian darat, dan analisis yang dilakukan semuanya mendukung sistem ini. "Besok para kru akan mempertaruhkan nyawa mereka di balik keyakinan tersebut," tambahnya.

    NASA sebenarnya telah memutuskan untuk memesan desain perisai panas yang berbeda untuk misi-misi Artemis berikutnya. Namun, perisai panas yang terpasang pada Artemis II identik dengan yang digunakan pada Artemis I, dan penggantiannya akan menunda misi selama 18 bulan atau lebih.

    Manajer NASA akhirnya memilih untuk melanjutkan peluncuran Artemis II dengan perisai panas yang sudah ada, berdasarkan data pengujian dan analisis menyeluruh. Analisis tersebut menunjukkan bahwa perisai akan berfungsi dengan baik jika lintasan masuk kembali dimodifikasi. Modifikasi ini bertujuan untuk menghilangkan fluktuasi suhu dan tekanan yang berkontribusi pada kerusakan pada penerbangan Artemis I.

    Wiseman menjelaskan bahwa penelitian mendalam telah dilakukan di beberapa fasilitas baru untuk menemukan akar masalahnya. "Jadi menurut saya semua itu mengarah pada hal yang baik," kata Wiseman.

    Scroll To Continue with Content

    Komentar
    Additional JS