0
News
    Home Berita Featured Game IGRS Komdigi Spesial Steam

    Komdigi Klaim Steam Minta Maaf, Ada Miskomunikasi Terkait "Rating Game" IGRS - Kompas

    6 min read

     

    Komdigi Klaim Steam Minta Maaf, Ada Miskomunikasi Terkait "Rating Game" IGRS

    JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut, pihak Steam menyampaikan permintaan maaf melalui email karena ada miskomunikasi terkait rating game yang belakangan viral.

    Sempat viral rating game Indonesia Game Rating System (IGRS) di Steam karena dinilai janggal soal pemberian peringkatnya.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Jadi ada dua kan, website-nya, IGRS sama yang Steam. Itu belum connect tuh. Jadi, dia self-assessment. Jadi, tadi pagi mereka mengirim email minta maaf karena ada miskomunikasi," kata Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana, di Kementerian Komdigi, Jakarta, Senin (6/4/2026).

    Menurut Sonny, pihak Steam seharusnya mengirimkan laporan rating game lebih dahulu ke Komdigi sebelum menayangkannya dalam website.

    Iran Tembak Jatuh Drone China, Tuding Arab Saudi dan UEA Terlibat Perang

    Baca juga: Komdigi Minta Klarifikasi Steam soal Rating Game IGRS yang Janggal

    "Jadi, ada satu step yang mereka lewatkan. Harusnya kirim report ke kita, kita baru green light untuk mereka naikin uji coba ya, uji coba," tutur dia.

    Sonny mengatakan, rating game tersebut sebetulnya masih uji coba sehingga seharusnya tidak langsung dimuat dalam Steam.

    "Masih uji coba. Kita belum ada MoU resmi dengan Steam. Bahkan, MoU belum ada, apalagi API belum pernah ngobrol sistem ke sistem. Jadi, ada misinformasi nih," ucap dia.

    Baca juga: Gara-gara Kasus Kelulusan Bahlil, UI Perketat Penjaminan Mutu Program Doktor

    Menurut dia, kini rating game di Steam ini sudah kembali normal.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Terkait hal ini, Komdigi juga akan melakukan pertemuan virtual dengan Steam, pada Selasa (6/4/2026).

    "Kan sudah di-take down semua kan karena mereka merasa itu salah, ada miskomunikasi di pihak mereka," ungkap dia.

    Baca juga: Demokrat Harap Pertemuan Anies-SBY Tak Disalahartikan, Ingatkan Dinamika Prabowo-Jokowi

    "Dan kebetulan di sana kan lagi Paskah, iya, jadi lagi libur. Jadi, besok kita akan Zoom meeting, mungkin ada nanti klarifikasi dari pihak Steam untuk menjelaskan permasalahan di sisi mereka," ujar dia.

    Sebelumnya diberitakan, sistem klasifikasi Indonesia Game Rating System (IGRS) di Steam, tengah mendapat sorotan warganet di media sosial karena dinilai janggal.

    Kejanggalan itu karena sejumlah game yang mengandung konten dewasa justru diberi label aman untuk anak-anak, sementara sejumlah game populer malah mendapat rating "tidak layak".

    Kondisi ini memicu keramaian di platform X (dulu Twitter). Sejumlah gamer Indonesia membagikan tangkapan layar yang menunjukkan keanehan dalam sistem klasifikasi tersebut.

    Baca juga: Saat Prabowo Kecam Keras Insiden 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

    Di etalase Steam, warganet menemukan sejumlah game dengan konten seksual justru diberi rating 3+, yang berarti cocok untuk anak usia tiga tahun ke atas.

    Sementara, sejumlah game AAA populer peraih penghargaan seperti Clair Obscure: Expedition 33 dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater malah diberi label "tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia".

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS