Laba Naik 7,3 Persen, Xiaomi Mulai Bergantung Pada Mobil Listrik Saat Ponsel Melambat - Qoo10
Laba Naik 7,3 Persen, Xiaomi Mulai Bergantung Pada Mobil Listrik Saat Ponsel Melambat
Laba Xiaomi naik 7,3 persen pada kuartal Desember tahun lalu meski laju pertumbuhan pendapatannya melambat ke level paling lambat sejak 2023. Kenaikan itu terjadi di tengah tekanan pada bisnis ponsel pintar, sementara unit kendaraan listrik justru menjadi penopang utama kinerja perusahaan.
Xiaomi mencatat penjualan 116,9 miliar yuan atau sekitar Rp292 triliun pada periode tersebut. Angka itu sedikit melampaui estimasi rata-rata 116,3 miliar yuan, terutama karena pengiriman mobil listrik yang melonjak tajam.
Bisnis EV mulai jadi penggerak utama
Performa kendaraan listrik Xiaomi menunjukkan perubahan penting dalam struktur bisnis perusahaan. Xiaomi mengirim 145.115 unit mobil pada kuartal yang sama, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode setahun sebelumnya.
Peningkatan itu ditopang oleh peluncuran model SUV pada musim panas lalu yang mendapat respons positif dari pasar. Pada bulan Desember saja, Xiaomi mencatat lebih dari 50.000 unit pengiriman, angka bulanan tertinggi yang pernah dibukukan perusahaan.
Lonjakan tersebut juga dipicu oleh percepatan pembelian dari konsumen sebelum akhir tahun lalu. Banyak pembeli didorong kebijakan pemerintah China yang berencana memangkas subsidi pembelian kendaraan listrik pada 2026.
Divisi kendaraan listrik Xiaomi juga mulai menghasilkan keuntungan. Unit ini membukukan laba 1,1 miliar yuan, melanjutkan tren positif setelah mencatat laba pertamanya pada kuartal sebelumnya.
Smartphone masih tertekan pasokan memori
Di sisi lain, bisnis ponsel pintar Xiaomi menghadapi tantangan yang lebih berat. Perusahaan disebut terkendala pasokan cip memori dan melemahnya permintaan konsumen, dua faktor yang menekan pertumbuhan pengiriman perangkat.
Xiaomi masih mempertahankan posisinya sebagai vendor ponsel terbesar ketiga di dunia pada kuartal lalu. Namun, pengiriman perangkat turun 11,5 persen, berlawanan dengan pasar global yang justru tumbuh lebih dari 2 persen.
Firma riset IDC memprediksi pasar smartphone dunia akan menyusut hingga 12,9 persen tahun ini. Proyeksi itu didasari krisis pasokan memori yang belum mereda dan berpotensi membuat harga perangkat naik.
Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyebut perusahaan kemungkinan akan menaikkan harga smartphone akibat tekanan tersebut. Langkah itu menjadi salah satu cara untuk menjaga margin di tengah kenaikan biaya komponen.
Ekspansi mobil listrik dan tantangan pasar
Pertumbuhan cepat bisnis EV membuat otomotif semakin penting bagi Xiaomi. Salah satu pendiri perusahaan, Lei Jun, menargetkan pengiriman 550.000 unit mobil pada 2026, naik 34 persen dari realisasi tahun lalu sebanyak 410.000 unit.
Xiaomi juga menyiapkan langkah ekspansi ke pasar internasional. Perusahaan membidik penjualan mobil di Eropa mulai 2027, di tengah persaingan ketat pasar domestik China yang masih dibayangi perang harga dan kelebihan pasokan.
Perusahaan baru saja merilis versi terbaru sedan SU7 dengan harga 2 persen lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Di saat yang sama, saham Xiaomi yang tercatat di bursa Hong Kong telah terkoreksi lebih dari 40 persen dari level puncaknya pada 2025.
Di luar otomotif dan ponsel, Xiaomi juga memperluas investasi pada teknologi masa depan. Perusahaan ikut bersaing dalam pengembangan agen kecerdasan buatan bergaya OpenClaw dan meluncurkan berbagai model serta alat untuk menyaingi Alibaba Group Holding Ltd. dan Tencent Holdings Ltd.
Lu Weibing juga menyebut Xiaomi menargetkan kemajuan besar di sektor robotika pada tahun ini. Rencana itu mencakup penggunaan robot yang lebih luas di fasilitas pabrik milik perusahaan, seiring upaya Xiaomi mencari motor pertumbuhan baru di luar bisnis inti yang sudah lama menopang pendapatan.