0
News
    Home Berita Featured NASA Spesial Tembok Besar China

    NASA Bantah Klaim Tembok Besar China Terlihat dari Luar Angkasa -

    4 min read

     

    NASA Bantah Klaim Tembok Besar China Terlihat dari Luar Angkasa

    Keyakinan bahwa Tembok Besar China dan Piramida Mesir dapat terlihat dengan jelas dari luar angkasa menggunakan mata telanjang telah lama beredar di masyarakat. Namun, analisis dari NASA secara tegas membantah anggapan populer tersebut.

    Para ilmuwan telah menegaskan bahwa klaim tersebut hanyalah sebuah mitos yang berkembang bahkan sebelum era penjelajahan luar angkasa dimulai. Hal ini dikutip dari laporan Click Petroléo e Gas yang juga telah dilansir oleh Detik iNET.

    Menurut NASA, objek buatan manusia seperti Tembok Besar China sangat sulit dilihat dari luar angkasa tanpa bantuan alat khusus. Struktur tembok tersebut dinilai terlalu sempit dan warnanya menyatu dengan lingkungan sekitar, sehingga sulit dibedakan.

    "Tembok itu tidak terlihat dari Bulan, dan sulit atau hampir mustahil dilihat dari orbit tanpa lensa," demikian keterangan yang disampaikan oleh NASA.

    Pengalaman para astronaut yang telah menjelajah orbit Bumi turut memperkuat pernyataan ini. Banyak dari mereka mengaku tidak dapat melihat Tembok China saat berada di ketinggian orbit.

    Jeffrey Hoffman, seorang astronaut NASA, menyatakan bahwa kontras warna menjadi faktor utama yang menghambat visibilitas. "Saya tidak pernah melihat tembok itu dari luar angkasa," ujarnya.

    Bagaimana dengan piramida di Mesir? Objek besar seperti piramida secara teoritis memang bisa terlihat dari luar angkasa, namun hanya sebagai titik kecil. Visibilitasnya sangat bergantung pada kondisi pencahayaan dan cuaca.

    Astronaut Leroy Chiao menjelaskan bahwa piramida dapat dikenali dalam kondisi tertentu. "Saya bisa melihat dua piramida besar sebagai titik kecil," ungkapnya.

    Keterbatasan ini dijelaskan oleh para ilmuwan berkaitan erat dengan kemampuan mata manusia. Dari jarak ratusan kilometer di atas Bumi, sebuah objek harus memiliki ukuran yang sangat besar dan kontras warna yang tinggi agar dapat terlihat dengan jelas.

    Ironisnya, objek-objek seperti kota-kota besar, jaringan jalan raya, dan lampu-lampu kota yang menyala di malam hari justru lebih mudah terlihat dari luar angkasa. Hal ini disebabkan oleh pola dan cahaya yang dihasilkan memiliki kontras yang signifikan.

    Mitos tentang Tembok China sendiri telah muncul sejak abad ke-18 dan semakin populer di abad ke-20. Namun, setelah manusia benar-benar berhasil pergi ke orbit dan bahkan Bulan, klaim tersebut akhirnya terbukti tidak akurat.

    Menariknya, ada objek buatan manusia yang justru terlihat sangat jelas dari luar angkasa, meskipun bukan bangunan bersejarah ikonik. Objek tersebut adalah hamparan rumah kaca raksasa yang terletak di Almería, Spanyol.

    Wilayah ini dikenal luas sebagai 'lautan plastik' karena ribuan hektare lahannya dipenuhi dengan rumah kaca yang dilapisi plastik putih. Material plastik ini memantulkan cahaya Matahari dengan intensitas yang sangat kuat.

    Pantulan cahaya yang dihasilkan membuat kawasan tersebut tampak sangat mencolok dari ketinggian ratusan kilometer, jauh lebih menonjol dibandingkan lingkungan sekitarnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa faktor visibilitas dari luar angkasa tidak hanya ditentukan oleh ukuran objek, melainkan juga oleh kontras warna dan tingkat reflektivitasnya.

    Permukaan yang berwarna putih terang dan memantulkan cahaya, seperti plastik, jauh lebih mudah untuk terlihat dibandingkan dengan batu atau tanah yang cenderung memiliki warna yang menyatu dengan alam sekitar.

    Scroll To Continue with Content

    Komentar
    Additional JS