0
News
    Home Berita Featured Pendidikan Pendidikan Tinggi SNBT Spesial UTBK

    Pastikan Layanan Inklusif, Unesa Fasilitasi Peserta Disabilitas Netra di UTBK-SNBT 2026 Melalui Teknologi Audio - Times Indonesia

    3 min read

      

    Pastikan Layanan Inklusif, Unesa Fasilitasi Peserta Disabilitas Netra di UTBK-SNBT 2026 Melalui Teknologi Audio


    A-AA+

    Surabaya – Komitmen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai kampus inklusif terlihat dalam pelaksanaan UTBK-SNBT, Kamis (24/4/2026). Sebanyak empat peserta disabilitas mendapatkan layanan khusus dan fasilitas teknologi audio guna dapat mengikuti ujian dengan lancar.

    Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa hingga hari ini tercatat lima peserta disabilitas yang mengikuti tes di pusat UTBK Unesa. Mereka terdiri dari satu penyandang tunarungu dan empat tunanetra. 

    "Yang satu kemarin, penyandang tunarungu. Tidak disendirikan, karena bisa melihat secara visual. Hari ini ada empat, karena tunanetra maka kami tempatkan satu ruangan," ujarnya. 

    Martadi memastikan, peserta tes UTBK di Unesa terlayani dengan baik. Terbukti dengan tidak adanya keluhan suara atau audio dari komputer yang disiapkan, maupun jaringan. 

    "Kami juga siapkan pendamping satu-satu untuk membantu kendala teknis," tambahnya yang juga Ketua Pusat UTBK Unesa. 

    Berbeda dengan peserta umum, peserta disabilitas netra mengakses soal melalui perangkat audio atau headset. Martadi menegaskan bahwa kerahasiaan soal tetap terjaga meski ada pendamping di dalam ruangan.

    "Pendamping tidak membacakan soal. Peserta mendengar langsung melalui audio yang terkoneksi ke komputer. Layar monitor pun sengaja dibuat gelap. Tugas pendamping hanya membantu jika ada kesulitan teknis seperti salah klik atau gangguan perangkat," tegasnya.

    Dari sisi materi dan durasi, tidak ada perbedaan antara peserta disabilitas dengan peserta reguler. Jumlah soal, tipe soal, hingga waktu pengerjaan tetap sama. 

    "Yang membedakan hanya kemasan soalnya yang diubah menjadi bentuk suara," kata Martadi. 

    Sakinah, salah satu peserta UTBK yang juga mendaftar pada program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Unesa, mengaku cukup lancar dalam mengerjakan soal. 

    "Alhamdulillah, waktunya cukup dan soal bisa dikerjakan semua. Motivasi saya ikut UTBK ini karena ingin berbagi ilmu dan memotivasi anak-anak lain agar berani menempuh pendidikan tinggi," ungkap Sakinah optimis.

    Hal senada disampaikan oleh Vera, peserta asal Sidoarjo yang memilih jurusan Ilmu Komunikasi. Ia mengapresiasi panitia yang menyediakan alat tulis Braille dan kertas untuk membantunya menghitung pada materi matematika.

    "Persiapannya enam bulan, sering ikut tryout online. Tadi sangat terbantu karena ada alat tulis braille untuk menghitung," kata Vera.

    Jalur Mandiri Khusus Disabilitas

    Lebih lanjut, Koordinator Umum UTBK Unesa, Sukarmin menyebut bahwa SNBT bukan satu-satunya jalur yang disediakan untuk masuk ke Kampus Rumah Para Juara. 

    Bagi peserta disabilitas yang nantinya belum berhasil lolos lewat jalur SNBT, Unesa memberikan peluang lebar melalui Jalur Mandiri Khusus Disabilitas yang akan dibuka pada 15 Mei 2026 mendatang. 

    "Kami tidak membatasi kuota. Selama tim memutuskan calon mahasiswa tersebut mampu mengikuti perkuliahan, maka akan kami terima. Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya agar anak-anak berkebutuhan khusus punya kesempatan yang sama untuk berprestasi," ucapnya. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS