Rockstar Games Diretas, Pelaku Ancam Bocorkan Data Besar Termasuk Proyek GTA 6 - Viva
VIVA – Rockstar Games kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebut perusahaan game raksasa ini menjadi korban peretasan besar.
Kelompok hacker yang dikenal sebagai ShinyHunters mengklaim berhasil menyusup ke sistem internal Rockstar dan mencuri sejumlah data, yang kemudian dijadikan alat untuk meminta uang tebusan.
Insiden ini memicu kekhawatiran di industri game, terutama karena Rockstar saat ini sedang berada dalam sorotan tinggi menjelang perilisan Grand Theft Auto VI (GTA 6) yang sangat dinantikan. Kelompok peretas tersebut bahkan memberikan tenggat waktu kepada pihak Rockstar hingga pertengahan April 2026, dengan ancaman akan menyebarkan data jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Berdasarkan laporan yang beredar, dikutip VIVA Senin, 13 April 2026, peretasan ini tidak dilakukan langsung terhadap server utama Rockstar, melainkan melalui celah pada layanan pihak ketiga yang terhubung dengan sistem cloud perusahaan. Metode ini diduga memungkinkan pelaku mendapatkan akses tanpa harus menembus sistem keamanan utama secara langsung.
Meski demikian, pihak Rockstar menegaskan bahwa data yang berhasil diambil hanya terbatas pada informasi internal yang tidak bersifat sensitif. Perusahaan juga menyebut bahwa insiden ini tidak berdampak pada operasional maupun pengalaman pemain di seluruh dunia.
Kelompok ShinyHunters dikenal sebagai aktor siber yang sering melakukan aksi “ambil data lalu minta tebusan”, dengan ancaman publikasi jika permintaan tidak dipenuhi. Dalam kasus ini, mereka mengklaim telah memperoleh berbagai data internal perusahaan, meskipun isi pastinya belum diungkap ke publik.
Sejumlah analis menilai bahwa data yang dicuri kemungkinan besar berkaitan dengan dokumen bisnis, strategi pemasaran, atau kerja sama perusahaan, bukan file game inti seperti kode sumber GTA 6.
Ini bukan kali pertama Rockstar menghadapi kebocoran besar. Pada 2022 lalu, perusahaan juga mengalami peretasan yang menyebabkan puluhan video pengembangan awal GTA 6 tersebar di internet. Insiden tersebut menjadi salah satu kebocoran terbesar dalam sejarah industri game modern dan sempat mengguncang komunitas gamer global.
Kejadian terbaru ini kembali menyoroti tantangan besar yang dihadapi perusahaan game besar dalam menjaga keamanan data, terutama di era di mana serangan siber semakin kompleks dan sering melibatkan pihak ketiga.
Meski Rockstar berupaya menenangkan publik dengan menyatakan tidak ada dampak pada pemain, insiden ini tetap menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data di industri hiburan digital. Apalagi, dengan antisipasi tinggi terhadap peluncuran GTA 6, setiap potensi kebocoran informasi menjadi perhatian besar bagi penggemar maupun investor.