Strategi Game Gratis Epic Games Store Mulai Dipertanyakan, Masih Efektif? - Viva
Strategi Game Gratis Epic Games Store Mulai Dipertanyakan, Masih Efektif?
Jakarta, VIVA – Upaya Epic Games melalui Epic Games Store untuk menarik gamer lewat program game gratis ternyata menyisakan persoalan baru. Sejumlah mantan karyawan mengungkap bahwa banyak pengguna hanya datang untuk mengambil game gratis, lalu kembali bertransaksi di Steam.
Platform yang diluncurkan pada 2018 itu memang dikenal agresif dalam menarik perhatian pasar. Selain menawarkan potongan bagi pengembang yang lebih kecil dibanding kompetitor, Epic juga rutin membagikan game gratis setiap minggu sebagai strategi akuisisi pengguna.
Namun, strategi tersebut dinilai tidak sepenuhnya berhasil dalam membangun loyalitas. Berdasarkan pengakuan internal, banyak pengguna “sekadar mampir” saat ada promo gratis, tanpa benar-benar menjadikan platform tersebut sebagai tempat utama membeli game.
Fenomena ini berdampak pada performa bisnis. Meski jumlah pengguna meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan dari penjualan game pihak ketiga disebut masih rendah dan sulit dipertahankan. Program gratis yang seharusnya menjadi pintu masuk monetisasi justru dianggap kurang efektif dalam mengonversi pengguna menjadi pembeli aktif.
Dirangkum VIVA Selasa, 14 April 2026, data terbaru menunjukkan bahwa platform ini sempat mencatat puluhan juta pengguna aktif bulanan, namun angka penjualan belum memenuhi ekspektasi perusahaan. Kondisi tersebut memperkuat anggapan bahwa pertumbuhan pengguna tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan pendapatan.
Di sisi lain, dominasi Steam sebagai platform distribusi game PC masih sulit digoyahkan. Banyak gamer tetap memilih Steam untuk pembelian utama karena ekosistem yang lebih matang, fitur komunitas yang lengkap, serta kebiasaan yang sudah terbentuk lama.
Situasi ini juga muncul di tengah tekanan internal perusahaan. Epic Games dilaporkan melakukan efisiensi besar, termasuk pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari seribu karyawan pada 2026, seiring menurunnya performa di beberapa lini bisnis.
Ke depan, tantangan terbesar Epic bukan sekadar menarik pengguna baru, melainkan mempertahankan mereka agar benar-benar bertransaksi di dalam ekosistemnya. Tanpa perubahan strategi, program game gratis berisiko hanya menjadi daya tarik sementara, bukan fondasi bisnis jangka panjang.