0
News
    Home Berita Donald Trump Featured Inggris Keuangan Pajak Digital Spesial

    Trump Ancam Tarif Tinggi ke Inggris Gara-Gara Pajak Digital - Bisnis com

    3 min read

     

    Trump Ancam Tarif Tinggi ke Inggris Gara-Gara Pajak Digital

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump/whitehouse.gov

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump mengancam mengenakan tarif tinggi terhadap Inggris jika pajak layanan digital untuk perusahaan teknologi AS tidak dicabut.

    Berbicara dari Ruang Oval, Trump mengkritik pihak-pihak yang menurutnya mencoba meraih keuntungan mudah dengan menargetkan perusahaan Amerika.

    “Kami telah mengkaji hal ini, dan kami bisa dengan mudah meresponsnya dengan mengenakan tarif besar terhadap Inggris, jadi mereka harus berhati-hati,” ujar Trump dikutip dari CNBC International, Sabtu (25/4/2026).

    Trump mengatakan jika Inggris tidak mencabut pajak tersebut, pihaknya kemungkinan akan mengenakan tarif yang besar. Meski demikian, Trump tidak merinci besaran tarif yang dimaksud.

    Adapun hingga berita ini diturunkan, pihak Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.

    Pajak digital tersebut, yang mulai diberlakukan pada 2020, mengenakan tarif sebesar 2% atas pendapatan mesin pencari, media sosial, dan marketplace daring yang memperoleh nilai dari pengguna di Inggris. Kebijakan ini mencakup sejumlah raksasa teknologi AS seperti Google, Meta, dan Apple.

    Pemerintahan Partai Buruh di Inggris sebelumnya membela kebijakan pajak tersebut sebagai instrumen fiskal penting, mengingat kontribusinya terhadap penerimaan negara yang mencapai sekitar £800 juta (US$1,08 miliar) pada tahun fiskal 2024–2025.

    Kebijakan ini tidak mengalami perubahan ketika AS dan Inggris menyepakati perjanjian dagang pada Mei tahun lalu. Namun, Trump sempat menyatakan bahwa ketentuan dalam kesepakatan tersebut selalu dapat diubah.

    Pernyataan Trump muncul setelah serangkaian kritik terbuka yang ia lontarkan terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam beberapa pekan terakhir, yang kembali memanaskan tensi dagang trans-Atlantik menjelang kunjungan kenegaraan selama empat hari oleh Raja Charles III dan Ratu Camilla ke Amerika Serikat.

    Raja dan Ratu dijadwalkan bertolak ke AS pada Senin pekan depan dan diperkirakan akan bertemu Trump di Gedung Putih.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

    Komentar
    Additional JS