Chipset 12 Nm Di HP Masih Ada Di 2026, Tapi Relevansinya Sudah Tipis / Img: androidauthority.com

Chipset 12 nm di HP masih banyak ditemui di kelas murah, tetapi relevansinya di 2026 makin dipertanyakan. Di tengah hadirnya chipset 6 nm, 5 nm, 4 nm, hingga 2 nm, arsitektur 12 nm dinilai tertinggal untuk kebutuhan harian yang sekarang semakin berat.

Di segmen harga sekitar Rp1 juta hingga Rp2 jutaan, chipset 12 nm memang masih sering dipakai. Namun, kombinasi performa yang rendah, efisiensi daya yang kurang baik, dan risiko panas berlebih membuat posisinya makin sulit dipertahankan.

Kenapa 12 nm mulai tertinggal

Secara teknologi, fabrikasi 12 nm sudah dianggap kuno dibanding proses yang lebih modern. Dampaknya terasa pada kecepatan kerja, manajemen suhu, dan kemampuan menjalankan aplikasi modern dengan lancar.

Pengetesan di laman NanoReview menunjukkan Snapdragon 685 dengan fabrikasi 6 nm memiliki clock speed lebih tinggi dibanding MediaTek Helio G88 yang memakai 12 nm. Clock speed yang lebih tinggi membantu aplikasi dan perintah berjalan lebih cepat.

Hasil benchmark juga memperlihatkan chipset 12 nm seperti MediaTek Helio G96 tertinggal jauh dari Snapdragon 6 Gen 1 yang memakai fabrikasi 4 nm. Skor benchmark tinggi umumnya menjadi patokan performa dan kemampuan chipset secara keseluruhan.

Risiko yang paling sering dirasakan pengguna

Masalah utama chipset 12 nm bukan hanya soal angka performa, tetapi juga pengalaman pakai sehari-hari. Saat dipakai untuk game, multitasking, rendering, atau sekadar scrolling media sosial, perangkat bisa terasa kurang nyaman.

Sejumlah pengguna di forum seperti JustAnswer dan Quora menyebut chipset 12 nm kerap mengalami overheat ketika dipakai bermain game. Kondisi ini memicu lag, FPS drop, suhu naik drastis, dan akhirnya game terasa tidak nyaman dimainkan.

Efisiensi daya yang buruk juga menjadi catatan penting. Karena optimalisasi grafisnya terbatas, baterai bisa lebih cepat habis dan visual yang diolah pun tidak semulus chipset yang lebih baru.

Masih dipakai, tapi makin terbatas

Meski mulai berkurang pada 2026, chipset 12 nm belum sepenuhnya hilang dari pasar. CPU Monkeys mencatat sejumlah chipset MediaTek yang memakai fabrikasi ini, seperti Helio G20, Helio G30, Helio G70, Helio G80, Helio G90, dan Helio P95.

Ada juga model yang lebih baru seperti Helio G88, Helio G91 Ultra, dan Helio G81 Ultra yang masih menggunakan 12 nm. Dari Qualcomm, Snapdragon 429 dan Snapdragon 439 juga masuk kategori ini, meski sudah tidak diproduksi.

Kehadiran chipset 12 nm di HP murah menunjukkan bahwa teknologi lama ini masih dipakai untuk menjaga harga tetap rendah. Tetapi untuk kebutuhan 2026, batasannya semakin jelas karena banyak chipset 6 nm, 5 nm, dan 4 nm sudah tersedia di kisaran Rp2 juta hingga Rp4 jutaan.

Dengan kondisi itu, chipset 12 nm lebih cocok dipandang sebagai opsi hemat biaya, bukan pilihan ideal untuk pemakaian jangka panjang. Untuk pengguna yang menginginkan respons cepat, suhu lebih terkendali, dan dukungan yang lebih baik untuk aplikasi modern, kelas fabrikasi yang lebih baru menawarkan alasan yang lebih kuat.

Source: www.idntimes.com