0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Batu Bara Berita Featured Inovasi IPTEK ITB Juara Limbah Batubara Spesial

    Inovasi Tiga Mahasiswa ITB: Ubah Limbah Batubara Jadi Material Baterai Ramah Lingkungan, Raih Juara 1 Kompetisi Nasional -

    3 min read

     

    Inovasi Tiga Mahasiswa ITB: Ubah Limbah Batubara Jadi Material Baterai Ramah Lingkungan, Raih Juara 1 Kompetisi Nasional



    Tim mahasiswa ITB meraih Juara 1 dan penghargaan Best Presenter pada kompetisi I-CHALLENGE 2026, di Universitas Brawijaya, Malang, Minggu (10/5/2026). (Dok. Tim SULE) MALANG, itb.ac.id – Tiga mahasiswa Mikrobiologi angkatan 2022 Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih juara 1 nasional pada kategori Industry Case Analysis Competition (I-CAC) dalam ajang I-CHALLENGE 2026, yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya, Malang. Tim ini menghadirkan inovasi yang memanfaatkan limbah padat batubara sebagai bahan baku untuk memproduksi anoda silikon-karbon berkapasitas tinggi dan lapisan keramik alpha-alumina untuk baterai lithium-ion.

    Tiga mahasiswa ini tergabung dalam tim “SULE”, yang terdiri atas Malika Fatima Lawe (Ketua), Rufaida Khairina, dan I Dewa Ayu Andina Angelia. Selain prestasi kelompok, Malika berhasil meraih penghargaan Best Presenter pada lomba tersebut.

    I-CHALLENGE 2026 mengangkat tema “Optimization of Green Process through Circular Resources towards Regenerative Future”. Kompetisi ini menantang peserta menawarkan solusi inovatif terhadap permasalahan nyata industri kimia. Dari sekitar 300 tim pendaftar, hanya 10 tim finalis yang berkesempatan mempresentasikan solusi mereka di final.

    Presentasi Final Tim SULE di Departemen Teknik Kimia, Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu (9/5/2026). (Dok. Tim SULE)

    Tim SULE menghadirkan inovasi berjudul “FABA-Derived Silica and Alumina for Lithium-Ion Battery Anode and Separator Coating as a Renewable Energy Storage Solution in Indonesia”. Karya ini memanfaatkan limbah padat batubara (Fly Ash dan Bottom Ash/FABA) dari PT PLN NP UP Paiton sebagai bahan baku untuk memproduksi anoda silikon-karbon berkapasitas tinggi dan lapisan keramik alpha-alumina untuk baterai lithium-ion. Dengan metode manufaktur sirkular terintegrasi, tim menawarkan solusi ramah lingkungan, ekonomis, dan aman secara termal untuk mendukung transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.

    “Kami memilih topik ini karena berhasil menghubungkan krisis limbah industri hulu dan urgensi kemandirian teknologi renewable energy di hilir. FABA memiliki kandungan silika 20–24% dan alumina 19–28%, sehingga berpotensi menggantikan bahan impor,” ujar Malika Fatima Lawe.

    Final lomba berlangsung selama tiga hari, dimulai dengan Pitching Day untuk memaparkan solusi dan tanya jawab kepada juri dari kalangan akademisi dan praktisi industri. Pada hari kedua, tim memamerkan poster dan infografis, sekaligus berinteraksi dengan peserta dan pengunjung lain pada gelaran Exhibition.

    Tim menyebut momen tanya jawab menjadi pengalaman paling berkesan karena harus mempertahankan argumentasi berbasis data di hadapan para juri.

    Proses riset dan pengembangan inovasi ini menuntut tim menyeimbangkan idealisme ilmiah dengan kelayakan bisnis industri. Mereka menggunakan metode direct alkaline leaching, sintesis anoda nano-silikon, dan ammonium sulfate roasting untuk mengekstrak silika dan alumina dari FABA. Hasilnya, anoda FABA mampu menghasilkan kapasitas tinggi hingga 1450,3 mAh/g, sementara separator alpha-alumina stabil hingga 200°C, jauh melampaui standar plastik biasa.

    Tim juga menyoroti dampak luas inovasi ini bagi Indonesia. Solusi sirkular FABA dapat menuntaskan 1 juta ton limbah PLN NP, mengurangi ketergantungan impor bahan baku baterai hingga 100%, dan menurunkan emisi karbon tahunan hingga 52,46%. Bagi masyarakat, teknologi ini berpotensi meningkatkan akses listrik bersih yang aman, stabil, dan terjangkau, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

    “Harapan kami, inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai laporan kompetisi, tetapi implementasi roadmap mulai dari riset MVP 2026 hingga komersialisasi pabrik 2027 dapat direalisasikan oleh PLN Nusantara Power dan Indonesia Battery Corporation (IBC) sebagai solusi substitusi material impor yang bernilai tinggi,” kata Rufaida.

    Reporter: Rasya Ihza Ramadhan (Teknik Fisika, 2023)

    Komentar
    Additional JS