0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Forum Energi Terbarukan Internasional NTB Spesial

    NTB Jadi Tuan Rumah Forum Energi Terbarukan Internasional - RRI

    3 min read

     

    NTB Jadi Tuan Rumah Forum Energi Terbarukan Internasional

    Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Ahsanul Khalik (empat dari kanan) saat mewakili Gubernur NTB dalam internasional kerja sama energi terbarukan yang mempertemukan delegasi dari Indonesia, Madagaskar, Nepal, Kenya, dan Jerman di Mataram, Selasa, 19 Mei 2026. (Foto: RRI/Diskominfotik NTB).

    RRI.CO.ID, Mataram - Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah forum internasional kerja sama energi terbarukan yang mempertemukan delegasi dari Indonesia, Madagaskar, Nepal, Kenya, dan Jerman di Mataram. Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan energi terbarukan.

    Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan NTB merasa terhormat dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan forum internasional tersebut. “Atas nama Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh masyarakat NTB, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi di Pulau Lombok, daerah yang terus tumbuh menjadi wilayah yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Khalik, Selasa, 19 Mei 2026.

    Forum itu turut dihadiri perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Luar Negeri, Bappenas, Pemerintah Republik Federal Jerman dan GIZ, kalangan akademisi, serta pelaku industri energi terbarukan.

    Dalam sambutan Gubernur NTB yang dibacakan Ahsanul Khalik, pemerintah daerah menilai transisi energi bersih tidak lagi sekadar agenda lingkungan, melainkan kebutuhan global di tengah tantangan perubahan iklim, ketahanan energi, dan ketidakpastian ekonomi dunia.

    Namun, ia menekankan bahwa proses transisi energi harus dilakukan secara adil dan inklusif. Menurut dia, pembangunan energi bersih tidak boleh hanya berfokus pada teknologi dan investasi, tetapi juga harus memastikan masyarakat kecil dan wilayah terpencil memperoleh akses energi yang layak.

    “Transisi energi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan bersama. Namun prosesnya harus dijalankan secara adil dan inklusif agar tidak meninggalkan masyarakat kecil maupun kawasan terpencil,” ujarnya.

    NTB, kata dia, memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar, mulai dari energi surya, panas bumi, bioenergi, mikrohidro, hingga energi kelautan. Tingginya intensitas sinar matahari sepanjang tahun dinilai menjadi modal penting bagi NTB untuk berkembang sebagai pusat energi surya nasional.

    Selain itu, karakter geografis NTB yang terdiri atas wilayah kepulauan dan kawasan terpencil dinilai cocok untuk pengembangan energi berbasis komunitas, termasuk renewable energy minigrids guna memperluas akses listrik masyarakat.

    Khalik mengatakan energi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pasokan listrik, tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat, pendidikan, layanan kesehatan, serta kesempatan ekonomi. Menurut dia, forum internasional tersebut menjadi ruang strategis memperkuat solidaritas antarnegara berkembang dalam menghadapi tantangan geopolitik global, krisis energi, dan perubahan iklim.

    Karena itu, kerja sama internasional dinilai perlu diarahkan tidak hanya pada kepentingan ekonomi, tetapi juga transfer pengetahuan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi hijau, dan pembangunan berkelanjutan.

    “Tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim dan transisi energi sendirian. Dibutuhkan kemitraan global yang dibangun atas dasar kolaborasi dan saling menguatkan,” katanya.

    Pemerintah Provinsi NTB juga menyatakan terbuka untuk memperluas kerja sama internasional di bidang energi terbarukan, investasi hijau, teknologi ramah lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis energi bersih.

    “NTB ingin menjadi bagian penting dalam peta pengembangan energi bersih kawasan Asia dan negara berkembang,” ujarnya.

    Komentar
    Additional JS