Kemnaker Dampingi Disabilitas Masuk Pasar Kerja dan Manfaatkan AI - Sultra media
Kemnaker Dampingi Disabilitas Masuk Pasar Kerja dan Manfaatkan AI
0 Reads
Donna Hettinger
Largest Font
Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen mendampingi penyandang disabilitas memasuki pasar kerja melalui penguatan inklusivitas dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada Mei 2026. Langkah strategis ini bertujuan memenuhi hak warga negara untuk bekerja serta menyelaraskan potensi tenaga kerja disabilitas dengan kebutuhan industri nasional.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menyatakan bahwa pemerintah memberikan pendampingan komprehensif kepada perusahaan dalam penyerapan tenaga kerja disabilitas. Proses ini mencakup rekrutmen, penyesuaian lingkungan kerja atau akomodasi yang layak, hingga penyediaan alat bantu kerja yang sesuai dengan ragam disabilitas.
"Kami ingin memastikan perusahaan tidak berjalan sendirian. Kemnaker hadir untuk mendampingi, mulai dari pemetaan jabatan yang cocok hingga memastikan fasilitas pendukung tersedia, sehingga tenaga kerja penyandang disabilitas dapat bekerja secara produktif dan nyaman," ujar Cris Kuntadi, Sekretaris Jenderal Kemnaker.
Pihak kementerian turut mengapresiasi sejumlah pelaku usaha seperti PT Burger Buto, PT Gandum, Rumah Batik Kinarsih, dan Warung Bambu Barokah atas komitmen mereka. Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai telah melampaui kewajiban kuota satu persen penyerapan tenaga kerja disabilitas sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.
"Apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan ini membuktikan bahwa inklusivitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata keberpihakan terhadap kemanusiaan dan pengakuan atas potensi kerja penyandang disabilitas," tegas Cris Kuntadi, Sekretaris Jenderal Kemnaker.
Harapan besar diletakkan agar praktik baik ini menginspirasi pelaku usaha lain di berbagai daerah untuk membuka kesempatan kerja setara. Kemnaker menilai dunia kerja inklusif mampu memperkuat produktivitas serta nilai kemanusiaan di lingkungan profesional.
"Kami ingin semakin banyak perusahaan menyadari bahwa dunia kerja yang inklusif bukan hanya memungkinkan, tetapi juga mampu memperkuat produktivitas, solidaritas, dan nilai kemanusiaan di lingkungan kerja," pungkas Cris Kuntadi, Sekretaris Jenderal Kemnaker.
Di sisi lain, Yayasan Mitra Netra meluncurkan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia pada Rabu (6/5/2026) untuk mendorong penggunaan teknologi asistif seperti NVDA dan AI. Teknologi ini menawarkan fitur text-to-speech dan deskripsi gambar otomatis yang memperluas peluang kerja bagi tunanetra.
"Penerbitan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia merupakan langkah strategis dalam menyelaraskan potensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri nasional. Direktori ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan budaya kerja yang inklusif disabilitas," ujar Aria, perwakilan Yayasan Mitra Netra.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan tingkat partisipasi kerja disabilitas baru menyentuh angka 23,94 persen dari total 17,8 juta jiwa. Khusus penyandang disabilitas netra, data DTSEN mengungkap hanya sekitar satu persen dari 4,2 juta jiwa yang terserap di sektor formal akibat minimnya pemahaman perusahaan terhadap metode kerja mereka.
Editors Team

