0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bisnis Dunia Internasional Featured Ferrari Keuangan Mobil Listrik Paus Leo XIV Spesial

    Mobil Listrik Ferrari untuk Paus Leo XIV Bikin Investor Panik, Saham Langsung Rontok 8 Persen - Tribunnews

    8 min read

     

    Mobil Listrik Ferrari untuk Paus Leo XIV Bikin Investor Panik, Saham Langsung Rontok 8 Persen

     


    Ringkasan Berita:
    • Ferrari resmi memperkenalkan mobil listrik pertamanya bernama Luce kepada Paus Leo XIV dan Presiden Italia.
    • Peluncuran tersebut justru memicu kepanikan investor hingga saham Ferrari ambles lebih dari 8 persen dalam sehari.
    • Kritik keras juga datang dari mantan bos Ferrari hingga pejabat pemerintah Italia yang menilai mobil listrik itu mengkhianati identitas legendaris Ferrari.

    TRIBUNNEWS.COM - Ferrari akhirnya memasuki era mobil listrik penuh setelah puluhan tahun identik dengan mesin bensin berperforma tinggi dan suara khas supercar Italia.

    Perusahaan otomotif mewah asal Maranello itu resmi memperkenalkan mobil listrik pertamanya yang diberi nama Luce pada Selasa (27/5/2026).

    Mobil tersebut dipresentasikan langsung kepada Paus Leo XIV dan Presiden Italia dalam sebuah seremoni yang langsung menarik perhatian dunia otomotif internasional.

    Namun alih-alih mendapat sambutan positif, peluncuran mobil listrik pertama Ferrari justru memicu kontroversi besar.

    Fortune melaporkan saham Ferrari langsung terjun lebih dari 8 persen hanya sehari setelah peluncuran Luce diumumkan ke publik.

    Penurunan itu menjadi salah satu koreksi saham terbesar Ferrari dalam beberapa tahun terakhir.

    Investor disebut mulai cemas terhadap masa depan Ferrari di tengah pergeseran industri otomotif global menuju kendaraan listrik.

    Banyak pihak menilai Ferrari berisiko kehilangan identitas eksklusifnya karena meninggalkan DNA mesin konvensional yang selama ini menjadi simbol utama merek tersebut.

    Baca juga: Starting Grid Sprint F1 GP Canada 2026: Russell Kantongi Modal Apik, McLaren & Ferrari Mengintai

    Mobil listrik Luce sendiri dirancang oleh tim desainer yang dipimpin mantan petinggi desain Apple, Jony Ive, bersama desainer industri terkenal Marc Newson.

    Ferrari berharap desain futuristik Luce bisa menjadi simbol transisi menuju era kendaraan ramah lingkungan.

    Namun reaksi publik justru jauh dari harapan perusahaan.

    Media Israel, Ynet News melaporkan kritik keras datang dari berbagai kalangan, termasuk mantan chairman Ferrari, Luca di Montezemolo.

    Tokoh yang memimpin Ferrari selama lebih dari dua dekade itu menyebut Luce sebagai “pengkhianatan terhadap sejarah Ferrari”.

    “Saya berharap mereka mencopot logo kuda jingkrak Ferrari dari mobil itu,” kata Montezemolo kepada wartawan.

    Pernyataan tersebut langsung viral dan memicu perdebatan besar di media sosial.

    Banyak penggemar Ferrari menilai mobil listrik membuat karakter emosional Ferrari hilang.

    Mereka menyoroti absennya suara mesin khas Ferrari yang selama ini dianggap sebagai jiwa utama supercar Italia tersebut.

    Baca juga: Kejagung Lelang 400 Barang Rampasan dalam BPA Fair: Ada Ferrari hingga Lukisan Emas

    Kontroversi bahkan merambah ke dunia politik Italia.

    Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini ikut melontarkan kritik terbuka terhadap desain Luce.

    “Ini sama sekali tidak terlihat seperti Ferrari. Apakah ini yang disebut inovasi?” tulis Salvini melalui akun X miliknya.

    Komentar itu memperlihatkan bahwa polemik Luce tidak hanya menjadi isu bisnis, tetapi juga menyangkut kebanggaan nasional Italia terhadap Ferrari.

    Reuters melaporkan investor kini mulai mempertanyakan strategi Ferrari memperluas lini kendaraan listrik di tengah lesunya pasar EV global.

    Manajer investasi AcomeA SGR, Fabio Caldato, mengatakan Ferrari sedang “dihukum karena kekecewaan estetika” dan kekhawatiran pasar terhadap ekspansi mobil listrik perusahaan.

    Menurutnya, pasar mulai meragukan apakah Ferrari mampu mempertahankan eksklusivitas mereknya di era elektrifikasi.

    Kondisi tersebut juga terjadi di banyak produsen otomotif besar dunia.

    Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan otomotif Barat mulai mengurangi ambisi kendaraan listrik mereka setelah penjualan EV melambat.

    Baca juga: Guru Honorer di Kuningan Kaget, Ada 2 Kendaraan Siluman Atas Namanya: Ferrari dan Motor Touring

    Lamborghini bahkan membatalkan rencana peluncuran mobil listrik penuh.

    Sementara Porsche, Volvo, Ford, Honda, General Motors, hingga Stellantis mulai memangkas investasi miliaran dolar di sektor kendaraan listrik.

    Gelombang perlambatan pasar EV membuat banyak produsen otomotif kembali berhati-hati.

    Meski dihantam kritik dan tekanan pasar, Ferrari menegaskan elektrifikasi tetap menjadi bagian penting strategi jangka panjang perusahaan.

    Ferrari percaya mobil listrik tetap bisa menawarkan performa tinggi dan pengalaman eksklusif khas supercar Italia.

    Namun peluncuran Luce kini berubah menjadi ujian terbesar Ferrari dalam menjaga loyalitas penggemar tradisional sekaligus menarik generasi baru konsumen kendaraan listrik premium.

    Di tengah kontroversi itu, dunia otomotif kini menunggu apakah Ferrari mampu membuktikan bahwa mobil listrik tetap bisa membawa gengsi dan aura legendaris sang kuda jingkrak.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

    Komentar
    Additional JS