0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Featured Spesial Uni Eropa

    Nekat Blokir Teknologi China, Uni Eropa Terancam Buntung Rp 6.900 T - suara

    2 min read

     

    Nekat Blokir Teknologi China, Uni Eropa Terancam Buntung Rp 6.900 T

    Ilustrasi jaringan telekomunikasi. Foto: Dikhy Sasra

    Jakarta -

    Uni Eropa berencana untuk melarang teknologi buatan China dalam infrastruktur jaringan telekomunikasinya. Namun untuk menerapkan langkah ini, Komisi Eropa mungkin mengambil risiko kerugian sekitar USD 400 miliar atau sekitar Rp 6.900 triliun.

    Kamar Dagang China baru-baru ini menganalisis bagaimana jika UE menyingkirkan vendor teknologi China dari infrastruktur jaringan secara bertahap. Menurut studi, larangan teknologi China dapat merugikan UE hingga USD 400 miliar dalam lima tahun ke depan.

    UE meyakini bahwa komponen dan peralatan teknologi China merupakan risiko tinggi bagi sektor jaringan yang krusial. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menyingkirkan vendor teknologi seperti Huawei dan ZTE dari pasarnya.

    Jika langkah ini benar-benar terjadi, Huawei akan menjadi pihak pertama yang terdampak di antara banyak perusahaan China lainnya, karena perusahaan ini memiliki jaringan pasokan solusi teknologi yang luas di mancanegara. Namun pihak lain yang justru mungkin menghadapi kesulitan besar setelah langkah ini adalah UE sendiri.

    Adapun China menuntut adanya justifikasi yang dapat membenarkan kekhawatiran keamanan siber dan risiko tinggi pada teknologinya. Mereka bahkan memperingatkan jika UE mengambil langkah semacam itu, China siap melakukan serangan balik dengan kebijakan baru terkait masalah ini.

    "UE harus mengganti perangkat keras dan menghapus aset serta berhadapan dengan efisiensi yang lebih rendah dan digitalisasi yang tertunda," sebut China, dikutip detikINET dari Cihna Daily, Sabtu (9/5/2026).

    Lebih lanjut, laporan tersebut mengungkapkan bahwa enam negara UE seperti Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Polandia, dan Belanda, dapat mengalami kerugian lebih dari 10 miliar euro. Kebijakan itu mungkin akan merugikan Jerman hingga 170,8 miliar euro.

    Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa blok tersebut, tanpa memberikan bukti pendukung apa pun, telah melabeli China sebagai negara berisiko tinggi untuk pertama kalinya.

    "Ini menstigmatisasi China dan merupakan perlakuan tidak adil serta diskriminatif terhadap produk-produk China," sebut pernyataan Kementerian Perdagangan China

    Menurut mereka, langkah UE akan melemahkan rasa saling percaya antara China dan blok tersebut, merusak kerja sama ekonomi dan perdagangan serta merongrong stabilitas rantai industri dan pasokan di Eropa maupun wilayah lainnya.

    (fyk/hps)

    Komentar
    Additional JS