0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asus Berita Featured Spesial

    Pasokan Semikonduktor Global Seret, Asus Ungkap Dampaknya - suarA

    4 min read

     

    Pasokan Semikonduktor Global Seret, Asus Ungkap Dampaknya
    Pasokan Semikonduktor Global Seret, Asus Ungkap Dampaknya

    Rabu, 20 Mei 2026 - 00:28 WIB

    Baca Juga

    • Krisis chip dunia menghambat ketersediaan komponen perangkat Asus di pasar Indonesia.
    • Lini Asus Expert Series (CTO) menjadi produk yang paling rentan terhadap fluktuasi harga.
    • Kualitas SDM Indonesia dinilai belum siap untuk masuk ke rantai pasok semikonduktor canggih.
    • Baca Juga

    Produsen teknologi raksasa asal Taiwan, Asus, melaporkan adanya gangguan serius pada pasokan semikonduktor global yang berdampak langsung ke Indonesia. Head of Public Relations Asus Indonesia, Muhammad Firman, mengonfirmasi bahwa kendala ini menghambat ketersediaan komponen produksi perangkat secara nasional. Situasi geopolitik yang belum stabil menjadi pemicu utama macetnya distribusi chipset dunia hingga hari ini.

    Dampak Pasokan Semikonduktor Global pada Lini Expert Series

    Baca Juga

    Firman menjelaskan bahwa terganggunya rantai pasok komponen secara otomatis mengganggu jadwal produksi perusahaan. Dampak paling signifikan terasa pada produk yang menggunakan skema configure to order (CTO). Model bisnis ini sangat bergantung pada ketersediaan komponen spesifik sesuai permintaan pelanggan.

    Risiko Kenaikan Harga Produk CTO

    Lini Asus Expert Series, terutama seri B, menjadi varian yang paling terdampak oleh gejolak ini. Karena mengandalkan konfigurasi khusus, gangguan produksi chip sekecil apa pun akan langsung memengaruhi harga jual di pasar. Asus kini terus memantau pergerakan harga chip memori yang berpotensi melonjak jika krisis bertahan lebih lama.

    Tantangan Investasi Semikonduktor di Indonesia

    Meskipun terjadi tekanan pada pasokan semikonduktor global, Asus menilai Indonesia masih sulit menjadi pemain utama dalam industri ini. Firman mengungkapkan bahwa Indonesia belum siap masuk lebih dalam ke rantai pasok chip dunia. Infrastruktur dan regulasi pendukung investasi dinilai masih perlu banyak perbaikan agar kompetitif.

    Masalah Kualitas Sumber Daya Manusia

    Selain infrastruktur, sektor sumber daya manusia (SDM) menjadi hambatan besar bagi industri teknologi tinggi. Firman menyebut Indonesia masih kekurangan tenaga engineer yang memiliki keahlian spesifik di bidang rekayasa semikonduktor. Saat ini, SDM nasional cenderung lebih siap untuk manufaktur umum daripada industri chip yang membutuhkan presisi tinggi.

    Strategi Efisiensi dan Optimalisasi Barang

    Menghadapi kondisi ini, Asus pusat belum berencana mengekspansi kapasitas produksi di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Perusahaan kini fokus pada strategi optimalisasi ketersediaan barang yang sudah ada. Efisiensi operasional menjadi langkah kunci agar bisnis tetap berjalan stabil di tengah ketidakpastian.

    Asus berkomitmen untuk terus memantau dinamika pasar demi menjaga harga tetap terjangkau bagi konsumen. Hingga kondisi membaik, langkah penghematan di berbagai aspek terus dilakukan perusahaan. Hal ini bertujuan untuk meredam dampak buruk akibat tidak menentunya pasokan semikonduktor global di masa depan.

    Komentar
    Additional JS