PS5 Makin Mahal, Penjualan Sony Anjlok! Pengembangan -
PS5 Makin Mahal, Penjualan Sony Anjlok! Pengembangan
GadgetDIVA - Sony tengah menghadapi tantangan besar di bisnis konsol gimnya. Setelah beberapa kali menaikkan harga PlayStation 5 (PS5) sejak pertama kali dirilis pada 2020, penjualan konsol tersebut kini mulai mengalami penurunan cukup signifikan.
Situasi ini membuat banyak gamer mempertanyakan strategi Sony. Pasalnya, di saat usia PS5 sudah memasuki tahun keenam, harga perangkat justru semakin mahal dan bukannya turun seperti generasi konsol sebelumnya.
Berdasarkan laporan terbaru, Sony mencatat penurunan penjualan PS5 secara tahunan. Meski demikian, perusahaan asal Jepang tersebut tetap optimistis terhadap masa depan bisnis gaming mereka, terutama dengan hadirnya gim besar dan pengembangan konsol generasi terbaru, PlayStation 6 atau PS6.
Baca Juga
Harga PS5 Naik Tajam Sejak Peluncuran
Sejak diluncurkan pada 2020, harga PS5 terus mengalami kenaikan di berbagai wilayah. Awalnya, PS5 Digital Edition dijual dengan harga 399 dolar AS atau sekitar Rp6,9 juta. Namun kini, harganya sudah menyentuh sekitar 599 dolar AS atau setara Rp9,8 juta.
Sementara itu, versi Disc Edition yang sebelumnya dibanderol 499 dolar AS kini naik menjadi sekitar 649 dolar AS atau setara Rp10,6 juta.
Kenaikan terbaru diumumkan Sony pada Maret 2026 lalu. Dalam kenaikan tersebut, harga PS5 bertambah hampir 100 dolar AS dibanding harga awal saat pertama kali dirilis.
Baca Juga
Kondisi ini tentu membuat banyak konsumen mulai berpikir ulang untuk membeli PS5. Apalagi, sebagian gamer menilai harga konsol seharusnya semakin murah seiring bertambahnya usia produk.
Penjualan PS5 Turun Lebih dari 46 Persen
Dampak dari kenaikan harga tersebut kini mulai terlihat jelas pada performa penjualan Sony.
Pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026, Sony hanya berhasil menjual sekitar 1,5 juta unit PS5. Angka itu turun drastis dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,8 juta unit.
Baca Juga
Artinya, terjadi penurunan tahunan lebih dari 46 persen.
Tak hanya itu, penjualan tahunan PS5 juga ikut melemah. Pada tahun fiskal 2024, Sony mampu menjual sekitar 18 juta unit PS5. Namun pada tahun fiskal 2025, jumlah tersebut turun menjadi 16,5 juta unit.
Meski total penjualan global PS5 sudah mencapai 93,7 juta unit, performanya masih dianggap tertinggal dibanding PlayStation 4 pada fase umur produk yang sama.
Baca Juga
Banyak analis menilai kondisi ini dipengaruhi kombinasi antara harga yang semakin mahal, kondisi ekonomi global, hingga mulai munculnya ekspektasi gamer terhadap konsol generasi baru.
Sony Ungkap Penyebab Harga PS5 Naik
Sony menjelaskan bahwa kenaikan harga PS5 dipicu meningkatnya biaya produksi perangkat keras. Salah satu faktor terbesar berasal dari harga chip memori dan komponen elektronik yang terus naik dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden dan CEO Sony, Hiroki Totoki, mengatakan tekanan biaya tersebut bukan hanya memengaruhi penjualan perangkat keras, tetapi juga berdampak pada bisnis perangkat lunak, layanan langganan PlayStation, hingga aksesori gaming.
Baca Juga
Selain itu, biaya pengembangan teknologi baru untuk konsol masa depan juga disebut ikut membebani kondisi finansial perusahaan.
Walaupun begitu, Sony memastikan belum memiliki rencana untuk kembali menaikkan harga PS5 dalam waktu dekat. Perusahaan disebut akan mempertahankan struktur harga yang ada saat ini.
Gamer Mulai Menunggu PS6
Di sisi lain, banyak gamer kini mulai menahan pembelian PS5 dan memilih menunggu kehadiran PlayStation 6.
Baca Juga
Hal tersebut dinilai cukup wajar. Sebab, ketika harga PS5 terus naik meski usianya sudah tidak muda lagi, sebagian konsumen merasa lebih baik menunggu generasi terbaru dengan teknologi yang lebih segar.
Sony sendiri akhirnya mengonfirmasi bahwa pengembangan PS6 memang sedang berjalan. Walaupun belum mengungkap detail spesifikasi maupun jadwal peluncurannya, perusahaan memastikan proyek konsol generasi berikutnya masih terus dikembangkan.
Namun, Sony juga mengakui investasi besar untuk riset cip, pengembangan perangkat keras, dan teknologi baru PS6 kemungkinan masih akan memengaruhi profit perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga
GTA VI Jadi Harapan Baru Sony
Meski penjualan PS5 sedang melambat, Sony tetap percaya diri bisnis gaming mereka akan kembali tumbuh.
Perusahaan memprediksi bisnis gimnya bisa meningkat hingga 30 persen pada tahun fiskal berikutnya. Salah satu faktor pendorong terbesar datang dari peluncuran gim Grand Theft Auto VI atau GTA VI yang dijadwalkan hadir pada November mendatang.
GTA VI dianggap sebagai salah satu gim paling dinantikan dalam satu dekade terakhir. Kehadirannya diyakini mampu mendongkrak penjualan PS5 sekaligus meningkatkan aktivitas gamer di ekosistem PlayStation.
Baca Juga
Tak sedikit analis yang menilai GTA VI bisa menjadi “penyelamat” bagi performa PS5 sebelum Sony resmi memperkenalkan PS6 ke publik.
Kini, perhatian gamer pun mulai terbagi. Di satu sisi, PS5 masih menjadi konsol utama Sony saat ini. Namun di sisi lain, kabar pengembangan PS6 membuat banyak orang penasaran mengenai seperti apa masa depan konsol gaming berikutnya.
Baca Juga
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.