SpaceX Diam-diam Siapkan IPO Raksasa, Bisa Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah - drigk
SpaceX Diam-diam Siapkan IPO Raksasa, Bisa Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah
Jakarta -
Perusahaan teknologi antariksa milik Elon Musk, SpaceX, dikabarkan diam-diam mengajukan rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Langkah ini disebut-sebut bisa menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah.
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, SpaceX telah mengajukan dokumen secara rahasia ke regulator pasar modal Amerika Serikat (SEC). "SpaceX telah mengajukan secara rahasia untuk IPO," kata sumber yang mengetahui proses tersebut, mengutip laporan Bloomberg.
Langkah ini menandai perubahan besar bagi SpaceX, yang selama ini dikenal sebagai perusahaan privat. Dengan pengajuan tersebut, perusahaan kini semakin dekat untuk melantai di bursa saham.
IPO secara diam-diam merupakan strategi umum yang digunakan perusahaan besar. Dengan metode ini, perusahaan bisa berdiskusi dengan regulator tanpa harus langsung membuka detail ke publik.
SpaceX disebut menargetkan valuasi yang sangat besar, bahkan berpotensi melampaui USD1,7 triliun atau sekitar Rp 27.200 triliun (kurs Rp16.000). Jika angka ini tercapai, maka IPO SpaceX bisa menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar saham global.
Selain itu, perusahaan juga dikabarkan menargetkan penggalangan dana hingga puluhan miliar dolar dari proses ini. Menariknya, langkah SpaceX ini dilakukan di tengah gelombang IPO perusahaan teknologi berbasis AI.
Bloomberg menyebut SpaceX berpotensi menjadi yang pertama melantai di bursa dibanding rival-rival di sektor AI seperti OpenAI dan Anthropic. Hal ini menunjukkan ambisi Elon Musk untuk memposisikan SpaceX bukan hanya sebagai perusahaan roket, tetapi juga sebagai pemain besar di industri teknologi masa depan.
SpaceX saat ini tidak hanya bergerak di bidang peluncuran roket, melainkan juga layanan internet satelit Starlink serta terhubung dengan bisnis AI melalui akuisisi xAI. Kombinasi ini membuat SpaceX memiliki model bisnis unik yang menggabungkan teknologi luar angkasa, telekomunikasi, dan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem.
Menurut sumber, IPO ini berpotensi dilakukan paling cepat pada pertengahan 2026, meski detail final seperti harga saham dan jumlah yang dilepas masih bisa berubah. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi tonggak penting bagi industri luar angkasa, membuka peluang bagi investor publik untuk ikut memiliki bagian dari perusahaan yang selama ini mendominasi peluncuran roket global.
(rns/rns)