Sebelum Seperti Sekarang, YouTube Dulu Hampir Jadi Aplikasi Cari Jodoh - Kompas
Sebelum Seperti Sekarang, YouTube Dulu Hampir Jadi Aplikasi Cari Jodoh
Ringkasan:
- YouTube awalnya hampir dibuat sebagai aplikasi kencan, karena para pendirinya, Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim, ingin membangun platform berbasis video, tetapi belum menemukan bentuk penggunaan yang jelas selain perkenalan diri untuk mencari pasangan.
- Konsep aplikasi cari jodoh tersebut gagal total, lantaran tidak ada pengguna yang mengunggah video perkenalan diri dalam lima hari pertama, sehingga para pendiri memutuskan menghapus ide kencan dan membuka YouTube untuk semua jenis video.
KOMPAS.com - Mendengar nama YouTube, sebagian besar orang bisa dengan mudah merujuk ke platform streaming video. Rasanya tidak mungkin YouTube diasosiasikan dengan platform di luar streaming video.
Namun, berbalik drastis dengan kondisi saat ini, YouTube ternyata dulu hampir dirancang bukan sebagai wadah berbagi dan streaming video. Siapa sangka para pendirinya dulu membuat YouTube sebagai aplikasi cari jodoh atau dating apps mirip Tinder.
Baca juga: Indonesia Jadi Salah Satu Penonton Terbesar Konten AI Slop di YouTube
YouTube jadi aplikasi kencan
Fakta YouTube jadi aplikasi kencan ini sempat dijelaskan salah satu pendirinya, Steve Chen, dalam acara talkshow di ajang festival SXSW pada 2016 silam. Chen selalu yakin bahwa platform YouTube yang akan dibangun akan berkaitan dengan video.
Baca Juga :
Mata Uang Iran “Tersungkur” Blokade dan Sanksi Amerika jadi Penyebabnya
Akan tetapi, saat awal membuat YouTube, mereka belum memiliki gambaran pasti pengaplikasian dari platform video itu. Mereka lantas berpikir jika fasilitas kencan menjadi pilihan menarik untuk mengisi platform video.
"Kami selalu berpikir ada sesuatu yang berhubungan dengan video di sana, tetapi apa sebenarnya pengaplikasian praktisnya?" kata Chen.
"Kami pikir kencan akan menjadi pilihan yang paling jelas,” imbuhnya, sebagaimana dilansir dari Cnet.
Baca juga: MTV Tutup 5 Channel Musik, Imbas YouTube dan Medsos
Lebih lanjut, Chen menjelaskan gambaran YouTube sebagai aplikasi cari jodoh adalah seseorang yang lajang membuat video perkenalan diri dan mengatakan apa yang tengah mereka cari.
Namun, setelah lima hari, sayangnya tidak ada seorang pun yang mengunggah video perkenalan diri untuk cari jodoh di YouTube. Lantas, para pendiri yang terdiri dari Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim, mulai mempertimbangkan kembali.
"Oke, lupakan aspek kencan. Mari kita buka untuk video apa pun," kata Chen.
Baca juga: Terdakwa Pembunuhan Sekeluarga Indramayu Berontak di Sidang: Saya Bukan Pelaku
Nama domain didaftarkan saat Valentine
Alhasil, YouTube menjadi tempat untuk berbagai jenis video seperti yang kita kenal saat ini, bukan untuk mencari jodoh. Sejak dibeli Google pada 2006 senilai 1,6 miliar dollar AS, YouTube terus meroket sebagai platform streaming video.
Saat ini, YouTube memiliki lebih dari 2,5 miliar pengguna aktif bulanan secara global. Kemudian, YouTube menjadi tempat bagi kreator di seluruh dunia dengan lebih dari 500 jam video diunggah setiap menitnya.
Meski sekarang ikonik dengan platform streaming video, sejarah YouTube hampir jadi aplikasi cari jodoh tidak dapat dilupakan. Bahkan, salah satu sejarah uniknya adalah nama domain YouTube didaftarkan saat hari Valentine, tepatnya 14 Februari 2005.
Baca juga: 2 Cara Menghapus History YouTube di HP dan Laptop dengan Mudah
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Negara Arab Minta Tak Jadi Target Iran Lagi, Saat AS Kembali Agresif Melakukan Blokade