Telkomsel, Indosat, XLSmart Resmi Berebut Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz - detik
Telkomsel, Indosat, XLSmart Resmi Berebut Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
Jakarta -
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan perkembangan terbaru seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk layanan jaringan bergerak seluler tahun 2026. Tiga operator besar nasional dipastikan masuk ke tahap awal proses lelang (e-auction).
Ketiga operator tersebut adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Indosat Tbk, dan PT Telekomunikasi Selular. Mereka telah melakukan pengambilan akun e-auction pada 29-30 April 2026 sebagai syarat mengikuti proses seleksi.
Masuknya tiga nama besar ini menandai persaingan ketat dalam perebutan spektrum frekuensi yang sangat krusial untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan internet seluler di Indonesia, baik 4G maupun 5G.
Setelah mendapatkan akses ke sistem e-auction, ketiga operator kini dapat mengunduh dan mempelajari dokumen seleksi yang disediakan pemerintah. Proses pengunduhan dokumen berlangsung sejak 29 April hingga 7 Mei 2026.
Selanjutnya, para peserta yang telah mengunduh dokumen tersebut-yang kini berstatus sebagai calon peserta seleksi-diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan resmi terkait substansi dokumen. Pertanyaan harus disampaikan dalam format PDF dan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan, dengan batas waktu hingga 8 Mei 2026 pukul 15.00 WIB melalui sistem e-auction.
Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum masuk ke proses lelang frekuensi yang sesungguhnya. Hasil seleksi nantinya akan menentukan peta persaingan industri telekomunikasi nasional, termasuk dalam menghadirkan layanan 4G dan 5G yang lebih cepat dan merata.
Frekuensi 700 MHz dikenal sebagai pita frekuensi rendah yang memiliki jangkauan sinyal lebih luas dan kemampuan penetrasi yang lebih baik ke dalam gedung maupun wilayah dengan kondisi geografis sulit seperti pegunungan, hutan, hingga daerah terpencil.
Adapun, pita ini sangat ideal untuk memperluas cakupan internet di wilayah pedesaan, kawasan 3T (terdepan, terluar, tertinggal), hingga daerah yang selama ini masih mengalami blank spot. Layanan akses sampai pelosok tersebut yang saat ini masih jadi pekerjaan rumah pemerintah.
Dalam lelang frekuensi 700 MHz, Komdigi membuka pemanfaatannya di rentang 703-738 MHz (uplink) yang berpasangan dengan 758-793 MHz (downlink) dengan total lebar pita 70 MHz.
Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz merupakan pita frekuensi menengah yang memiliki kapasitas lebih besar untuk menampung trafik data tinggi. Frekuensi ini cocok digunakan di wilayah perkotaan yang padat penduduk dan memiliki kebutuhan internet besar, seperti kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, kampus, hingga area industri.
Dengan kapasitas yang lebih besar, frekuensi 2,6 GHz mampu menghadirkan kecepatan internet yang lebih tinggi serta pengalaman digital yang lebih stabil untuk aktivitas seperti streaming video, rapat virtual, game online, hingga layanan berbasis cloud.
Komdigi membuka pemanfaatan di spektrum tinggi ini, tepatnya di rentang 2500-2690 MHz yang memiliki total lebar pita mencapai 190 MHz.
(agt/agt)