Waspada Gamer Berisiko Wasir, Dokter Ungkap 2 Faktor Pemicu Utama - Media Indonesia
Waspada Gamer Berisiko Wasir, Dokter Ungkap 2 Faktor Pemicu Utama
DOKTER bedah umum RS Pluit, Valdy Giovano Thomas, (SpB), mengungkapkan bahwa kelompok gamer memiliki risiko tinggi terkena wasir atau hemoroid. Dua faktor utama yang menjadi pemicunya adalah durasi duduk yang terlalu lama serta penggunaan jenis alas duduk yang tidak tepat.
Menurut Valdy, sesi bermain gim yang panjang tanpa jeda-setidaknya selama lima jam, membuat tubuh berada dalam posisi statis. Kondisi ini menyebabkan aliran darah balik pada vena di sekitar anus berkurang, sehingga terjadi penumpukan darah dan pelebaran pembuluh darah.
"Duduk di permukaan keras dalam durasi lama dapat memberi tekanan besar pada area anus sehingga pembuluh darah melebar. Apalagi kalau dikombinasikan dengan duduk terlalu lama," ujar Valdy dilansir dari Antara, Senin (11/5).
Selain faktor fisik, pola makan gamer yang cenderung mengonsumsi makanan instan dan minim serat turut memperparah risiko. Kurangnya asupan serat dan cairan memicu sembelit, yang memaksa seseorang mengejan saat buang air besar. Aktivitas mengejan ini meningkatkan tekanan dalam rongga perut dan menghambat aliran darah di area anus.
Dr. Valdy juga menyoroti kebiasaan bermain ponsel di toilet sebagai pemicu tersembunyi. Ia menegaskan bahwa duduk di kloset lebih dari lima menit, meski hanya untuk menonton video pendek atau media sosial, secara signifikan meningkatkan risiko hemoroid.
Tips Pencegahan Wasir bagi Gamer:
- Lakukan aktivitas berdiri atau jalan kaki selama 2-3 menit setiap setelah duduk 30-60 menit.
- Gunakan kursi atau alas duduk yang empuk untuk mengurangi tekanan pada anus.
- Konsumsi makanan tinggi serat seperti pir, alpukat, brokoli, dan biji-bijian utuh.
- Hindari membawa ponsel ke toilet untuk membatasi durasi duduk di kloset.
Langkah-langkah sederhana seperti rutin melakukan peregangan dan menjaga kelancaran aliran darah sangat disarankan agar para gamer tetap sehat meski menjalani hobi dalam waktu lama.