Apple Ingin Beli Chip dari Perusahaan China yang Masuk Daftar Hitam - detik
Foto: Stephen Lam/Reuters
Jakarta -
Apple sedang mencoba meminta izin pemerintah Amerika Serikat untuk membeli chip memori dan storage dari perusahaan China yang masuk daftar hitam. Ini merupakan strategi Apple untuk mengakali masalah pasokan chip memori yang harganya terus naik.
Perusahaan yang dimaksud adalah ChangXin Memory Technologies (CXMT), yang belum lama ini dimasukkan dalam daftar 1260H oleh Kementerian Pertahanan AS. Perusahaan yang dimasukkan dalam daftar tersebut diyakini memiliki hubungan dengan militer China.
Apple secara teknis tidak dilarang untuk melakukan bisnis dengan CXMT, tapi mereka dapat menghadapi konsekuensi dari pemerintah AS jika tidak mendapatkan restu dari Gedung Putih.
Apple pertama kali mendekati Kementerian Perdagangan AS tentang rencana ini sekitar satu bulan yang lalu, menurut laporan Financial Times. Produsen iPhone itu juga mulai berdiskusi dengan koneksinya di Washington.
Membeli chip memori dari CXMT dapat membantu Apple mengatasi kekurangan chip memori saat ini. Apple baru saja menaikkan harga sebagian besar perangkatnya, tak lama setelah CEO Tim Cook memperingatkan bahwa mereka tidak bisa lagi menghindari dampak krisis memori.
CXMT ditetapkan sebagai perusahaan militer China oleh Kementerian Pertahanan AS di bawah pemerintahan Joe Biden. Tahun lalu, CXMT bersama perusahaan lainnya disetujui untuk dimasukkan ke Daftar Entitas milik Kementerian Perdagangan AS.
Belum diketahui apakah pemerintahan Donald Trump akan memberikan izin kepada Apple. Saat ini Apple mendapatkan pasokan chip memori dari perusahaan AS Micron serta perusahaan Korea Selatan Samsung dan SK Hynix.
Namun, jika pemerintahan Trump menyetujui permintaan Apple, Kongres AS tidak akan tinggal diam dan kemungkinan akan mengajukan keberatan.
"Pilihan Apple untuk bermitra dengan perusahaan militer China akan menjadi kesalahan besar," kata John Moolenaar, anggota Kongres AS dari Partai Republik yang juga menjabat sebagai ketua komite Kongres terkait China, seperti dikutip dari The Verge, Minggu (28/6/2026).
"Membantu (Partai Komunis China) berhasil dalam rencananya untuk mendominasi rantai pasokan penting akan membuat industri teknologi dan ekonomi negara kita lebih bergantung pada China di saat kita harus membangun rantai pasokan teknologi yang aman dengan sekutu kita," sambungnya.
(vmp/vmp)