Banyak yang Belum Sadar, AI Kini Sudah Menjalankan Tugas yang Dulu Hanya Bisa Dilakukan Manusia - Viva
Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berkembang jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan banyak orang. Jika beberapa tahun lalu AI hanya mampu menjawab pertanyaan sederhana, kini teknologi tersebut telah dipercaya menjalankan berbagai tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan manusia, mulai dari menulis kode program, menganalisis dokumen hukum, membantu diagnosis medis, hingga menghasilkan konten kreatif.
Baca Juga
Ilustrasi AI
Photo :
- Istimewa
Meski begitu, para ahli menekankan bahwa AI saat ini lebih banyak mengotomatisasi tugas (tasks) daripada benar-benar menggantikan seluruh pekerjaan (jobs). Artinya, manusia tetap memegang peran penting dalam pengambilan keputusan, kreativitas, dan tanggung jawab akhir.
Baca Juga
Berikut VIVA rangkum Senin, 22 Juni 2026, profesi yang telah digantikan oleh AI yang dulu hanya bisa dilakukan manusia
1. Menulis dan Memeriksa Kode Program
Baca Juga
Salah satu bidang yang paling cepat berubah adalah pengembangan perangkat lunak.
Kini, AI mampu membantu programmer menulis kode, menemukan bug, memberikan saran perbaikan, hingga membuat fungsi baru hanya berdasarkan instruksi dalam bahasa sehari-hari.
Teknologi ini mempercepat proses pengembangan aplikasi dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan rutin, sehingga pengembang dapat lebih fokus pada desain sistem dan pemecahan masalah yang kompleks.
2. Membantu Dokter Menganalisis Data Medis
AI juga semakin sering digunakan di sektor kesehatan.
Berbagai sistem berbasis AI mampu membantu tenaga medis membaca hasil pencitraan seperti CT Scan dan MRI, mengenali pola penyakit, hingga menyusun ringkasan rekam medis dengan lebih cepat.
Namun, diagnosis akhir dan keputusan terapi tetap berada di tangan dokter, karena faktor pengalaman klinis dan kondisi pasien tidak sepenuhnya dapat digantikan mesin.
3. Menganalisis Dokumen Hukum
Tugas yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam kini dapat dipercepat oleh AI.
Perusahaan hukum mulai memanfaatkan AI untuk menelusuri ribuan halaman kontrak, menemukan klausul penting, membandingkan dokumen, hingga menyusun draf awal perjanjian.
Pekerjaan yang bersifat repetitif menjadi jauh lebih efisien, sementara pengacara tetap bertanggung jawab atas interpretasi hukum dan strategi kasus.
4. Melayani Pelanggan Selama 24 Jam
Ilustrasi Pelayan
Photo :
- U-Report
Chatbot berbasis AI kini telah berkembang pesat.
Berbeda dengan chatbot generasi lama yang hanya menjawab berdasarkan kata kunci, AI modern mampu memahami konteks percakapan, menjawab pertanyaan pelanggan, membantu proses pemesanan, hingga menangani keluhan sederhana tanpa campur tangan manusia.
Hal ini membuat layanan pelanggan menjadi lebih cepat sekaligus tersedia sepanjang waktu.
5. Membuat Konten dan Materi Pemasaran
Pembuatan artikel, deskripsi produk, naskah iklan, hingga ide kampanye pemasaran kini banyak dibantu AI.
Menurut analisis McKinsey, bidang pemasaran dan penjualan menjadi salah satu sektor yang berpotensi memperoleh manfaat ekonomi terbesar dari penerapan AI generatif karena mampu mempercepat produksi konten sekaligus meningkatkan produktivitas tim.
6. Menerjemahkan Bahasa Secara Instan
Penerjemahan dokumen yang dulu memerlukan tenaga manusia kini dapat dilakukan AI hanya dalam hitungan detik.
Meski hasilnya semakin akurat, penerjemah profesional masih dibutuhkan untuk dokumen resmi, karya sastra, maupun teks yang memerlukan pemahaman budaya dan nuansa bahasa.
7. Menganalisis Data dalam Jumlah Besar
AI mampu memproses jutaan data dalam waktu singkat untuk menemukan pola, tren, maupun anomali yang sulit dideteksi manusia.
Kemampuan ini dimanfaatkan di sektor keuangan, manufaktur, logistik, hingga riset ilmiah untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data.
AI Mengubah Cara Bekerja, Bukan Sekadar Menggantikan Pekerja
Laporan McKinsey Global Institute menunjukkan bahwa teknologi AI generatif berpotensi memberikan nilai ekonomi global antara US$2,6 triliun atau setara Rp 46 kuadriliun hingga US$4,4 triliun atau sekitar Rp78 triliun setiap tahun. Dampak terbesar diperkirakan terjadi pada layanan pelanggan, pemasaran, rekayasa perangkat lunak, dan penelitian serta pengembangan.
Ilustrasi AI di Industri Energi
Photo :
- freepik.com/freepik
Meski demikian, penelitian McKinsey juga menyimpulkan bahwa sangat sedikit profesi yang akan sepenuhnya digantikan AI dalam waktu dekat. Yang lebih mungkin terjadi adalah sebagian aktivitas dalam hampir semua pekerjaan akan diotomatisasi, sementara manusia tetap dibutuhkan untuk memberikan penilaian, empati, kreativitas, dan tanggung jawab.
Perkembangan AI menunjukkan bahwa batas kemampuan mesin terus bergeser. Tugas-tugas yang dahulu dianggap hanya bisa dilakukan manusia kini mulai dikerjakan oleh sistem berbasis kecerdasan buatan dengan tingkat kecepatan dan efisiensi yang tinggi.
![]()
7 HP Flagship dengan Kamera Terbaik: Cocok untuk Fotografi, Videografi, hingga Konten Kreator
Cari HP flagship dengan kamera terbaik? Simak rekomendasi 7 smartphone unggulan untuk fotografi, videografi, hingga konten kreator dengan kualitas kamera kelas.

VIVA.co.id
29 Juni 2026