Harga Meroket, Penjualan PS5 Anjlok: Terburuk dalam 25 Tahun - detik
Jakarta -
Keputusan Sony dan Microsoft untuk mengerek harga konsol mereka rupanya membawa imbas fatal bagi volume penjualan. Data terbaru dari pasar Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa bulan lalu menjadi bulan Mei terburuk dalam 25 tahun terakhir bagi merek PlayStation dan Xbox.
Ironisnya, di tengah anjloknya jumlah unit yang terjual dari kedua raksasa tersebut, total belanja perangkat keras secara keseluruhan di industri game justru meningkat tajam. Hal ini sebagian besar diselamatkan oleh lonjakan harga itu sendiri serta laris manisnya konsol pendatang baru, Nintendo Switch 2.
Rekor Terburuk PlayStation dan Xbox
Menurut laporan dari analis firma riset pasar Circana, Mat Piscatella, Mei 2026 mencatatkan rekor penjualan unit konsol PlayStation terendah di AS sejak Mei 2000 (beberapa bulan sebelum peluncuran legendaris PS2). Setali tiga uang, lini konsol Xbox juga mengalami bulan Mei terburuk sepanjang sejarah pencatatannya.
Penyebab utama dari lesunya pasar ini adalah kebijakan harga baru yang sangat agresif:
- PlayStation 5: Pada bulan Maret lalu, Sony menaikkan harga lini PS5 secara global sebesar USD 100 hingga USD 150. Harga standar kini menjadi USD 549, sementara versi PS5 Pro menyentuh angka fantastis USD 899. Imbasnya, penjualan unit di bulan Mei anjlok 58% (Year-over-Year) dan total pendapatan dolar turun 43%.
- Xbox Series S|X: Konsol Microsoft ini telah mengalami dua kali kenaikan harga tahun lalu yang membuatnya nyaris setara dengan harga PS5. Parahnya lagi, Xbox diperkirakan akan menghadapi kenaikan harga ketiga pada Agustus mendatang--yang diprediksi menjadi kenaikan paling curam--dengan tambahan USD 100 hingga USD 150.
Biang Kerok: Demam AI Bikin Komponen Mahal
Tren kenaikan harga perangkat keras konsumen ini tidak terjadi tanpa alasan. Pembangunan fasilitas pusat data Kecerdasan Buatan (AI) yang masif di seluruh dunia telah menyedot dan mengganggu rantai pasok pasar penyimpanan dan RAM.
Para pakar memprediksi bahwa situasi kelangkaan dan mahalnya komponen memori ini tidak akan membaik sebelum tahun 2028. Bahkan, produsen memori terkemuka seperti Micron baru-baru ini memutuskan untuk membekukan harga kontrak mereka untuk lima tahun ke depan.
Anomali Pasar dan Kejayaan Switch 2
Ada fenomena anomali yang unik pada laporan bulan Mei 2026. Meski volume penjualan unit Xbox menurun 12% secara tahunan, harga konsol yang jauh lebih mahal justru membuat total pengeluaran pelanggan untuk merek tersebut naik sebesar 7%.
Secara keseluruhan, total belanja hardware di pasar AS meroket hingga 38%. Sang penyelamat di balik angka hijau ini adalah Nintendo Switch 2. Konsol portabel ini dengan cerdik menunda kenaikan harga USD 50-nya hingga September nanti, sehingga sukses menjadi opsi paling menarik bagi konsumen dan menutupi kelemahan para pesaingnya.
Bulan Mei 2026 juga sekaligus menutup tahun pertama kiprah Nintendo Switch 2 di pasaran dengan total perkiraan penjualan mencapai 5,9 juta unit. Angka tersebut menobatkannya sebagai konsol portabel dengan rekor penjualan tercepat kedua dalam sejarah AS sejak pencatatan dimulai pada 1995, hanya kalah tipis dari sang legenda Game Boy Advance (6,5 juta unit).
Ke depannya, Piscatella memprediksi bahwa bulan Mei 2026 mungkin akan menjadi penanda tren kenaikan tahunan terakhir untuk belanja hardware dalam beberapa waktu ke depan. Ancaman harga yang terus mencekik kemungkinan besar akan membuat konsumen menahan diri untuk membeli konsol, setidaknya hingga musim liburan tiba ketika peluncuran Grand Theft Auto VI diprediksi akan meledakkan permintaan dan menguras pasokan pasar, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (29/6/2026).
(asj/rns)